Aparatur Pemkot Bekasi Berjibaku Bersihkan Lumpur

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Komitmen Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, untuk membersihkan lumpur sisa banjir terus ditunjukkan dengan mengerahkan seluruh aparatur dari 47 SKPD turun ke pemukiman warga terdampak banjir.

Pantauan Cendana News, di lapangan sejumlah aparatur dari berbagai SKPD di lingkungan Pemkot Bekasi, masih berjibaku membersihkan lumpur di kompleks pemukiman warga di wilayah Kemang IFI, Kecamatan Jatiasih. Mereka terbagi atas beberapa tim ke berbagai titik kompleks warga.

“Selesai di tempat satunya kami pindah ke titik lainnya, hanya untuk membersihkan lumpur di pemukiman warga terutama yang memadati tempat selokan agar drainase kembali normal,” kata Mariana, Camat Jatiasih, kepada Cendana News, Rabu (22/1/2020).

Camat Jatiasih, Mariana, terus melakukan pemantauan dan turun langsung ke pemukiman warga untuk membersihkan sisa lumpur pasca bencana banjir awal tahun 2020, ditemui Cendana News di lokasi Kemang IFI, Rabu (22/1/2020). – Foto: Muhammad Amin

Mariana mengatakan, hari ini adalah terakhir aparatur SKPD turun membersihkan lumpur dalam kegiatan K3. Dia mengklaim sudah hampir 100 persen teratasi soal lumpur hanya tinggal beberapa titik di pemukiman warga di wilayah Kecamatan Jatiasih.

Namun demikian, lanjut tim Pemantauan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melalui tim Katak, akan terus turun ke lapangan ke beberapa kompleks yang dirasa masih diperlukan pembersihan, terutama lumpur yang menutupi lokasi selokan atau di hamparan umum seperti masjid dan lainnya.

Dia memastikan untuk semua lokasi banjir di wilayah Jatiasih, sudah maksimal tertangani seperti di Villa Jatisari, PML, PGP dan Kemang IFI sendiri sudah selesai hampir seratus persen.

“Persoalan sampah sudah selesai semua hanya tinggal lumpur, kalau saya mau katakan selesai seratus persen itu milik Allah,” katanya.

Menurutnya, lumpur yang diambil dan dimasukkan ke dalam karung dimanfaatkan untuk lingkungan ataupun dibuang ke lokasi yang memerlukan untuk penimbunan dan lainnya. Jika memungkinkan terkada dibuang di lingkungan warga.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Yayan Yuliana, mengklaim bahwa proses pembersihan lingkungan pascabanjir sudah mencapai 90 persen.

Menurutnya sampah masih ada di beberapa titik tetapi setiap hari terus diangkut secara bergiliran.

“Tonase sampah pascabanjir lebih dari 17 ribu ton yang dibuang di dua tempat penampuang sampah (TPS) seperti di Bantargebang dan Sumurbatu,” tegasnya.

Sedangkan lumpur sendiri Yayan mengakui, dibuang ke tanggul ataupun membuat tempat sendiri di lingkungan yang ada PSU-nya.

Untuk lumpur sebenarnya tanggungjawab DMSDA tetapi tetap DLH membantu di lapangan seperti melakukan pembersihan lingkungan dengan menurunkan Damkar dan lainnya.

Lihat juga...