Bantuan Damandiri Ringankan Beban Puluhan Guru PAUD

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Pengurus Forum PAUD Trirenggo, yang juga kepala sekolah Kelompok Belajar Anak (KBA) Averroes, Purwanti, berharap agar Yayasan Damandiri tak berhenti dan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Desa Cerdas Mandiri Lestari Trirenggo. 

Salah satunya dengan terus mendorong peningkatan kapasitas SDM/tenaga pendidik, dengan menyelenggarakan berbagai pelatihan bagi guru-guru PAUD secara kontinyu.

“Sejak beberapa tahun terakhir, Yayasan Damandiri sebenarnya telah mendorong peningkatan kualitas SDM tenaga pendidik dengan menggelar pelatihan tingkat dasar. Namun untuk pelatihan tingkat lanjutan, belum. Karena itu, kita berharap ke depan bisa digelar pelatihan tingkat lanjutan,” ujarnya, kepada Cendana News, Selasa (21/01/2020).

Purwanti menyebut, pelatihan bagi guru-guru PAUD, baik itu tingkat dasar maupun tingkat lanjutan sangat diperlukan, guna meningkatkan kapasitas pendidik. Terlebih dari sekitar 250 lebih pendidik PAUD yang tersebar di 53 sekolah di wilayah Desa Trirenggo, belum semuanya mengikuti pelatihan semacam itu.

“Adanya pelatihan gratis dari Yayasan Damandiri, sangat membantu para guru PAUD. Karena digelar secara gratis. Padahal, jika pelatihan pada umumnya, setiap guru harus mengeluarkan uang Rp65-75 ribu per hari. Jika pelatihan digelar selama 1 minggu, maka paling tidak seorang guru PAUD harus mengeluarkan uang hingga Rp750 ribu lebih. Ini tentu sangat berat,” katanya.

Pelatihan dari Yayasan Damandiri, kata Purwanti, juga memiliki standar yang sangat tinggi. Para peserta tidak hanya diberikan materi yang bagus, namun juga dilatih untuk senantiasa mengedepankan kedisiplinan. Hal itu dinilai penting, karena bisa ditularkan kepada setiap anak di sekolah masing-masing nantinya.

“Selain gratis, pelatihan dari Yayasan Damandiri juga diisi oleh para narasumber yang sangat kompeten. Dari sisi penyampaian materi pembelajaran juga sangat bagus. Bahkan, setiap guru yang ikut dalam pelatihan juga diberikan suntikan uang trasport, sehingga dapat menjadi penambah semangat bagi mereka,” ungkapnya.

Menurutnya, di KBA Averroes terdapat 10 guru atau tenaga pendidik. Dari jumlah itu, tiga orang guru diketahui belum pernah mengikuti pelatihan tingkat dasar, karena masih baru.

Ia pun berharap, agar ke depan sejumlah guru yang belum mengikuti pelatihan dasar itu bisa merasakan pelatihan dari Yayasan Damandiri, sehingga kompetisi mereka pun akan meningkat.

Lihat juga...