Baznas Fokus Kuatkan Pemberdayaan Ekonomi

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Kepala Divisi Pengumpulan Retail Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Fitriansyah Agus Setiawan mengatakan, program pendistribusian pada tahun 2020 akan mulai memposisikan untuk penguatan pemberdayaan ekonomi.

Ini dalam upaya Baznas membantu program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan kaum mustahik. Karena menurutnya, pada tahun 2019, program pendistribusian masih cukup banyak kegiatan sosial, seperti kemanusiaan, bencana alam atau layanan aktif Baznas, pendidikan, kesehatan dan lainnya.

“Untuk 2020 Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Baznas untuk penguatan pemberdayaan ekonomi, porsinya akan dinaikkan,” kata Fitriansyah kepada Cendana News, Jumat (31/1/2020).

Namun demikian tambah dia, terkait besarnya porsi pendanaan untuk penguatan pemberdayaan ekonomi ini masih dalam perhitungan.

“Data pasti belum fik, karena untuk RKAT yang terbaru kan BAZNAS  perlu disampaikan ke Dirjen Keuangan,” ujarya.

Namun yang pasti sebut dia, program pemberdayaan ini akan difokuskan agar lebih berkelanjutan dan berdampak pada kehidupan kaum mustahik.

Adapun bentuknya melalui Zakat Community Development (ZCD), dimana program pemberdayaan ini berbasis komunitas. Misalnya, kata dia, dalam satu kampung, Baznas membangun dari sisi ekonomi, sosial, pendidikan dan kesehatan bagi kaum mustahik.

Kemudian, program ekonomi kerakyatan. Yakni sebut dia, dengan menyelenggarakan pemberdayaan tenun dan batik bagi mustahik di daerah. Program ini sudah sukses dijalankan di Tuban, Nusa Tenggara Timur (NTT), Bogor dan Sambas, Kalimantan Barat.

Sebelum para mustahik tersebut mendapatkan program pemberdayaan ini, mereka adalah bekerja sebagai buruh pabrik yang penghasilannya sangat minim. Kini dengan program ini kesejahteraan hidup mereka meningkat.

Selain itu, ada pemberdayaan para petani kopi di daerah. “Nah, kopi yang dipanen itu diolah mereka. Tapi terlebih dulu Baznas memberikan edukasi tentang pengolahan kopi yang baik, sehingga mereka menjadi lebih profesional, baik itu dari packeging  dan kemasan,” ungkapnya.

Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan mustahik, maka program pemberdayaan ekonomi ini akan menyasar hingga ke 34 provinsi di Indonesia.

Untuk penyebaran antara satu provinsi dengan provinsi lainnya berbeda-beda tergantung bagaimana daerahnya. Misalnya, satu provinsi itu ada dua titik penyebaran, atau bahkan sepuluh titik.

Dalam penyaluran dana untuk penguatan program ini juga berbeda antar provinsi tersebut. “Ada yang 5 persen, ada yang 10 persen tergantung dari yang disetujui,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dalam penyalurannya, Baznas pusat akan berkoordinasi dengan Baznas provinsi dan Baznas kabupaten/kota.

Sedangkan untuk mempermudah layanan kemudahan donasi bagi masyarakat dalam upaya menguatan pemberdayaan ekonomi. Saat ini, layanan Baznas dalam pembayaran donasi, baik offline maupun online sudah sangat kuat.

Fitriansyah berharap layanan ini dapat semakin memudahkan masyarakat membayar zakat. “Tahun 2019, layanan offline tercatat sebesar Rp100 miliar dan online Rp40 miliar. Ada kenaikan cukup signifikan di atas 25 persen,” pungkasnya

Lihat juga...