Baznas Gelorakan Syi’ar Zakat dengan Kemudahan Layanan

Editor: Makmun Hidayat

Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta saat ditemui usai penandatanganan MoU dengan PT Pegadaian di Jakarta, Rabu (8/1/2020) sore. -Foto; Sri Sugiarti

JAKARTA — Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta mengatakan, pihaknya telah memiliki ribuan counter Baznas di seluruh Indonesia, untuk memudahkan layanan zakat bagi muzaki.

Pelayanan zakat ini sebagai bentuk mensyiarkan gelora zakat kepada masyarakat luas. Dalam upaya meningkatkan perhimpunan dana zakat untuk mewujudkan kesejahteraan kaum mustahik. 

Dia juga berharap sinergi dengan PT Pegadaian dalam upaya memudahkan muzaki membayar zakat, infak, dan sedekah (ZIS) menjadi syi’ar zakat.

Menurutnya, sinergi dengan Pegadaian sangat potensial, karena Baznas juga sudah punya ribuan counter di seluruh Indonesia.

“Inilah kerja cerdas pintar kita, gelorakan syi’ar zakat. Kita tidak membutuhkan banyak tenaga untuk melayani masyarakat membayar zakat di tempat, karena bisa di counter Pegadaian,” kata Arifin kepada Cendana News ditemui usai penandatangan MoU dengan PT Pegadaian di Jakarta, Rabu (8/1/2020) sore.

Menurutnya, pembayaran zakat melalui counter Pegadaian ini menurutnya, sangat strategis mendekatkan layanan kepada perumahan masyarakat. Sedangkan kalau Unit Pelayanan Zakat (UPZ) lebih menyasar kepada perusahaan-perusahaan.

“Nah, kalau ini adalah cara kami untuk mendekatkan Baznas dengan masyarakat. Sehingga hari ini kami sudah menambah counter-counter zakat melalui Pegadaian,” ujarnya.

Dia berharap kerja sama ini akan menambah jumlah muzaki yang datang ke Pegadaian. “Mudah-mudahan akan ada dampaknya dari muzaki. Karena yang datang muzaki sudah bawa duit. Mereka datang ke pegadaian sambil beli emas dan berzakat,” tandasnya.

Menurutnya, kalau dulu orang datang ke pegadaian untuk menggadaikan barang. Tapi sekarang banyak orang yang ingin berinvestasi dengan datang ke pegadaian.

“Nah, itu pangsa kami untuk menambah ceruk ritel mendongkrak 5 persen. Karena sekarang ini mengarah pada digital, tapi presentasi ritel masih sebesar 32 persen dari pencapaian seluruhnya yang dihimpun oleh zakat di Baznas,” ujarnya.

Dalam layanan ini, bisa dilakukan secara konvensional dan syariah, sebagaimana pelayanan zakat di ATM-ATM. “Tetapi akad yang diberikan kepada kami semuanya adalah akad syariah untuk zakat,” pungkasnya.

Lihat juga...