Baznas Salurkan Rp5 Miliar untuk Usaha Mikro

Editor: Makmun Hidayat

Kepala Baznas Microfinance, Noor Azis, saat ditemui di Jakarta, Senin (27/1/2020). -Foto: Sri Sugiarti

JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Microfinance telah menyalurkan dana sebesar Rp5 miliar untuk permodalan usaha mikro sepanjang tahun 2019. 

“Kita mendistribusikan Rp5 miliar di tahun 2019, untuk usaha mikro sekitar 2400-an orang,” kata Kepala Baznas Microfinance, Noor Azis kepada Cendana News di Jakarta, Senin (27/1/2020).

Dana tersebut jelas dia, digunakan untuk pengembangan usaha mikro yang mencakup dari mulai produksi atau industri, perdagangan, jasa maupun industri kreatif.

Sedangkan penyalurannya mencakup Jawa Barat yang terfokus di tiga titik yaitu Bogor, Parung dan Bekasi. “Bogor dan Parung, masing-masing sekitar 1200 orang,” ujarnya.

Kemudian Nusa Tenggara Barat (NTB) menyasar Lombok Barat, Lombok Timur, Mataram, dan Lombok Utara. Dengan penyaluran modal usaha kepada sekitar 630 orang.

Adapun Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pendistribusikan modal usaha mikro ke wilayah Sigi dan Palu, dengan total 400 orang. Sedang Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta  sebanyak 46 orang, dan Demak, Jawa Tengah sekitar 50-an orang.

Sedangkan untuk DKI Jakarta, totalnya 135 orang yang telah mendapatkan bantuan modal usaha Baznas Microfinance. “Ada 135 orang yang kita bina di Jakarta ini. Rata-rata pedagang, tapi ada juga yang memproduksi produk. Ya seperti produk pembersih,” ujarnya.

Namun kata Azis, secara branding, packaging atau kemasan, maupun pemasaran, selama ini tidak pernah diperhatikan oleh mereka. Sehingga produk itu walapun diproduksi sudah beberapa tahun lamanya, tetap belum bisa menjadi usaha utama bagi mereka.

“Makanya, produsennya ada yang kerja sampingan, jadi ojol untuk menutupi kebutuhannya,” ujarnya.

Azis berharap dengan program pemberdayaan ini dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Tentu dengan terus dilakukan pendampingan dan pembinaan kepada mereka pelaku usaha mikro.

“Kita harapkan program ini dapat mengangkat kehidupan mereka lebih sejahtera. Kita juga targetkan tahun 2020 sebanyak 2500 orang bisa dibantu  program ini dengan alokasi dana sekitar Rp6 miliar,” ujar Azis.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Irfan Syauqi Beik, saat ditemui di Jakarta, Senin (27/1/2020). -Foto: Sri Sugiarti

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Irfan Syauqi Beik menambahkan, Baznas mempunyai tiga cara pemberdayaan bagi mustahik, yaitu modal, produksi dan pemasaran.

“Bagaimana kita menyediakan akses modal, akses produksi dan juga pasarnya. Karena itu, kita mendesain dalam program pemberdayaan Baznas Microfinance ini,” ujar Irfan.

Selain itu, sebut dia, Baznas juga mempunyai program Zakat Community Development (ZCD), dan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM).

Adapun total pemberdayaan tahun 2019  telah tersalurkan kepada  sekitar 31 ribu orang, dengan nilai dana bervariasi tergantung dari jenis usahanya.

“Ada yang Rp500 ribu, Rp1 juta dan juga yang sampai Rp20 juta. Jadi tergantung usaha dan programnya, nilainya bervariasi,” tuturnya.

Menurutnya, Baznas menargetkan ada peningkatan 100 mustahik pengusaha bisa terwujud di tahun 2020.  “Jadi total diperkirakan sekitar 131 orang, itu harapan kita secara nasional. Nanti kita kerja sama dengan Baznas daerah termasuk Baznas Bazis Jakarta,” tutupnya.

Lihat juga...