BBTPPI Semarang Luncurkan Alat Pemantau Lingkungan Akibat Limbah

JAKARTA  – Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Kementerian Perindustrian di Semarang meluncurkan alat canggih berupa alat pemantauan lingkungan secara real time berbasis Internet of Things (IoT) yang terkoneksi dengan Sistem Informasi Digital (SINDI).

“Jadi, melalui sistem yang dikembangkan BBTPPI ini, kami punya dua pilot project. Yang pertama sudah kami tempatkan di industri untuk monitor emisi secara online karena menggunakan teknologi IoT,” kata Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Eko SA Cahyanto, lewat keterangan diterima di Jakarta, Rabu.

Selain itu, lanjut Eko, sistem monitoring air limbah yang dioperasikan di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik BBTPPI SINDI merupakan sistem informasi digital sebagai dashboard informasi yang terintegrasi dari beberapa layanan jasa teknis di BBTPPI Semarang.

SINDI memiliki fitur pelaporan dan evaluasi hasil pengujian laboratorium yang terkoneksi, baik pelanggan sebagai pengguna jasa dan laboratorium sebagai unit penyedia analisis jasa pengujian.

BBTPPI Semarang juga menciptakan reaktor elektrokatalitik pengolah air limbah portable dan pengolahan ozonasi katalitik. Alat ini dapat dimanfaatkan untuk mengelola limbah cair dan gas yang dikeluarkan oleh industri, sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan.

Eko optimistis, melalui penerapan inovasi teknologi tersebut, dapat turut memacu daya saing industri yang memanfaatkannya.

“Dengan memastikan lingkungan terjaga baik, tentunya proses produksi akan bisa berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Eko pun meyakini, inovasi teknologi yang dihasilkan oleh BBTPPI Semarang dapat mendukung program Citarum Harum dan Bengawan Solo Bersih.

“Upaya ini akan kami prioritaskan agar bisa sejalan dengan kebijakan pemerintah, dan kami juga berharap BBTPPI menjadi satelit bagi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) 4.0,” tuturnya.

Guna mencapai sasaran tersebut, menurut Eko, perlu langkah sinergis dengan kementerian dan lembaga terkait termasuk pemerintah daerah.

“Bahkan, melalui inovasi teknologi ini, kami ingin mendorong pula pengembangan industri kecil dan menengah (IKM),” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BBTPPI Semarang, Ali Murtopo Simbolon, menyampaikan, sistem monitoring udara secara real time dan online telah diaplikasikan di PT Ungaran Sari Garments dan CV Jadi Jaya Makmur.

“Selain diaplikasikan di perusahaan, sistem sistem monitoring udara buatan BBTPPI juga telah diujicoba untuk memonitor kualitas udara di Semarang dan Bandung,” ungkapnya.

Untuk pengembangan selanjutnya, sistem monitoring udara ini akan didesain agar dapat dikustomisasi tergantung pada spesifikasi polutan dan emisi yang dihasilkan di industri, terintegrasi ke dalam unit kontrol proses, dan mampu menganalisis baik kecenderungan dan early warning system melalui pengembangan sistem monitoring udara secara real time dan online berbasis artificial intelligence.

Sementara itu, untuk sistem monitoring air limbah, parameter yang dapat diukur dan dimonitor secara real time dan online antara lain: pH, suhu, Total Suspended Solid (TSS) atau Padatan Tersuspensi Total, Chemical Oxygen Demand (COD) atau Kebutuhan Oksigen Kimia, dan debit air.

“Prinsip dasar sistem ini adalah hasil pembacaan setiap jenis sensor akan dikirim oleh transmitter hingga menyajikan tampilan hasil pengukuran pada display dashboard,” terang Ali.

Selanjutnya, dengan bantuan data logger dikirimkan ke server dan ditampilkan dalam interface berbasis web maupun android, sehingga pemantauan kualitas air limbah yang dibuang dapat menjadi lebih mudah. Sistem ini diatur untuk melakukan pengukuran real time 24 kali selama 24 jam. (Ant)

Lihat juga...