Beijing Temukan Dua Kasus Pneumonia Berat Baru

BEIJING — Pemerintah Kota Beijing, China, melaporkan dua kasus pneumonia berat yang baru ditemukan pada Senin, sedangkan jumlah pasien meninggal karena penyakit yang belum ditemukan penyebabnya itu di Kota Wuhan sudah tiga orang.

Dua pasien yang baru ditemukan di Distrik Daxing tersebut sudah dirujuk ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kedua pasien saat ini kondisinya stabil, demikian pernyataan Divisi Kesehatan Distrik Daxing yang dikutip media resmi setempat.

Orang yang berkaitan dengan dua pasien tersebut juga telah masuk dalam observasi dan tidak ada sesuatu yang dianggap abnormal, seperti demam, tambah Divisi Kesehatan.

Gejala klinis dan investigasi epidemik memastikan bahwa penyakit yang diderita kedua pasien tersebut adalah radang paru-paru atau pneumonia yang berhubungan dengan coronavirus.

Kedua pasien asal Beijing tersebut baru saja melakukan perjalanan ke Kota Wuhan, Provinsi Hubei, demikian China Daily.

Sebelumnya Kementerian Kesehatan Nasional China (NHC) juga menemukan dua kasus baru terkait pneumonia di Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, Minggu (19/1).

Seorang pria berusia 66 tahun asal Shenzhen yang baru pulang mengunjungi sanak saudaranya di Wuhan didiagnosis demam.

Kemudian di Provinsi Zhejiang juga terdapat lima warga terduga mengidap penyakit baru pada Senin. Mereka tersebar di beberapa kota, seperti Wenzhou, Zhoushan, Taizhou, dan Hangzhou yang sejak Jumat (17/1) lalu, yang semuanya baru pulang dari Wuhan.

Semua pasien saat ini kondisinya stabil dan telah menerima perawatan di ruang isolasi rumah sakit. Beberapa orang yang kontak dengannya juga telah diobservasi.

Dinas Kesehatan Kota Wuhan, Senin, melaporkan bahwa hingga Minggu (19/1) malam tercatat 198 kasus pneumonia berat, tiga di antaranya meninggal dunia, 44 dalam kondisi kritis, dan 25 lainnya telah dipulangkan dari rumah sakit.

Wabah misterius tersebut pertama kali ditemukan pada 5 Januari 2019 yang menjangkiti beberapa orang di sekitar pasar ikan.

Sejauh ini Kedutaan Besar RI di Beijing belum menerima laporan adanya warga negara Indonesia yang terserang wabah penyakit tersebut.

Di Provinsi Hubei terdapat 428 warga negara Indonesia yang seluruhnya berstatus mahasiswa. Sekitar 200 di antaranya tinggal di Wuhan dan kuliah di delapan kampus berbeda. [Ant]

Lihat juga...