Bekasi Masih Aman, Tetap Waspada Virus Corona

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Jawa Barat, mengonfirmasi hingga Senin (27/1/2020), tidak ada laporan virus corona (2019-nCov). Namun demikian, tetap melakukan kesiapsiagaan antisipasi penyebaran tersebut.

“Pemkot Bekasi sudah membuat surat edaran, ditujukan (kepada) kepala Rumah Sakit dan kepala Puskesmas se-Kota Bekasi. Sampai sekarang belum ada, laporan ditemukan virus corona di Bekasi,” ungkap Sajekti Rubiah, Kabag Humas Pemkot Bekasi kepada Cendana News, memastikan, Senin (27/1/2020).

Sajekti Rubiah, Kabag Humas Pemkot Bekasi, memastikan Kota Bekasi masih aman dari virus Corona, Senin (27/1/2020). -Foto: M. Amin

Surat edaran tersebut bernomor 443/349/Dinkes. Dikatakan Pemerintah Kota Bekasi membuat edaran tersebut sebagai bentuk antisipasi dan kewaspadaan dini merebaknya virus tersebut di Kota Bekasi.

Diakuinya bahwa Pemkot Bekasi, belum memiliki posko khusus. Namun demikian tegasnya imbauan kepada kepala Rumah Sakit dan kepala Puskesmas adalah bentuk dari posko. Jika ditemukan kendala diminta langsung melapor guna dilakukan penanganan.

“Surat edaran tersebut sudah dikeluarkan Minggu lalu. Sampai sekarang belum ada laporan soal deteksi dini berkaitan dengan virus corona,”ucapnya kembali memastikan di Bekasi masih aman.

Surat edaran, meminta  seluruh Rumah Sakit dan Puskesmas di Kota Bekasi untuk melakukan deteksi, pencegahan dan respon antisipasi munculnya kasus-kasus dengan gejala pneumonia berat dengan etiologi tidak jelas seperti  di Tiongkok yang berobat di fasyankes pemerintah dan swasta di Kota Bekasi. Baik di faskes primer maupun fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) rujukan.

Kedua, jika ditemukan kasus seperti fasyankes agar dilakukan tatalaksana, isolasi dan segera dilaporkan secara berjenjang sesuai dengan sistem surveilans kesehatan yang berlaku di Dinkes Kota Bekasi untuk diteruskan ke Dinkes Provinsi Jawa Barat dan Ditjen P2P Kemenkes.

Poin ketiga, jika ditemukan kelompok atau kluster dan kasus-kasus tersebut di wilayah kerja RS dan Puskesmas Se-Kota Bekasi agar dilakukan investigasi dan penaggulangan sesuai ketentuan yang berlaku untuk mencegah penularan dan penyebaran lebih lanjut dan agar tidak meluas menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Poin keempat, agar seluruh jajaran fasyankes memantau perkembangan kasus-kasus Peneumonia berat yang belum diketahui etiologinya ini melalui media mainstream dan media online untuk dapat melakukan langkah-langkah yang diperlukan.

“Surat edaran ini ditandatangani Kadinkes Kota Bekasi dan kita harapkan bisa dilakukan oleh para kepala Rumah Sakit dan kepala Puskesmas di Kota Bekasi untuk melakukan antisipasi penyebaran penyakit ini,” ucap Sajekti.

Dinas Kesehatan Kota Bekasi meminta  masyarakat tidak panik sambil tetap waspada dan mengurangi risiko penularan virus melalui langkah-langkah responsif dan cepat.

Pertama, jika ada riwayat perjalanan dan kontak dengan orang yang bepergian ke wilayah Cina (Wuhan) atau negara yang terjangkit dalam waktu 14 hari dan mengalami demam  di atas 38 derajat, batuk, sulit bernapas, segera kunjungi rumah sakit atau puskesmas terdekat. Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menderita demam dan batuk dengan riwayat perjalanan dari negara terjangkit.

Kedua, sering mencuci tangan dengan air sabun atau pembersih tangan berbasis alkohol. Ketiga, tutup mulut dan hidung dengan siku tertekuk atau tisu ketika batuk dan bersin.

Keempat, hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menderita demam dan batuk. Pakai masker apabila menderita gangguan pernapasan atau batuk.

Terakhir, berhati-hati dalam mengonsumsi produk hewani mentah atau setengah matang untuk menghindari kontaminasi silang dengan makanan mentah.

Lihat juga...