‘Bela Beli Kulonprogo’ Untungkan Peternak Lele Lokal

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Sejumlah peternak ikan di Kabupaten Kulonprogo mengaku sangat diuntungkan dengan kebijakan ‘Bela Beli Kulonprogo’ yang digagas Pemda setempat sejak beberapa tahun terakhir.

Pasalnya mereka yang tergabung dalam kelompok ternak, dilibatkan oleh Pemda setempat dalam proses penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yakni untuk memenuhi kebutuhan protein warga miskin penerima manfaat.

Jika biasanya pemenuhan kebutuhan protein warga lewat BPNT diberikan ke masyarakat dalam bentuk telur ayam, maka di Kulonprogo, diganti dengan ikan lele yang dihasilkan dari para peternak lokal di tiap kecamatan.

Dengan begitu para peternak ikan pun menjadi terpacu untuk memajukan usaha mereka. Selain karena hasil panen langsung terserap program pemerintah, mereka juga bisa untung berlipat karena harga jual yang ditetapkan pemerintah lebih tinggi dibandingkan harga tengkulak.

Seperti dirasakan Kelompok Tani Ikan Mina Ngremboko di desa Kranggan Galur Kulonprogo. Sejak setahun terakhir mereka ditunjuk oleh pemerintah sebagai penyuplai kebutuhan ikan lele program BPNT di kecamatan Galur.

“2020 ini setiap bulan kita diminta untuk memenuhi sekitar 3 ton kebutuhan ikan lele untuk penyaluran BPNT di kecamatan Galur. Lebih banyak dibandingkan 2019 lalu, karena memang penerima meningkat, dan kita sanggup,” ujar pengurus Kelompok Tani Ikan Mina Ngremboko, Tugiman Kamis (16/01/2020).

Tugiman mengatakan ia dan kelompoknya sendiri saat ini memiliki sebanyak 60 lebih kolam ikan lele sistem bioflok. Satu kolam ikan bisa menghasilkan 3 kwintal ikan lele siap konsumsi untuk 1 siklus pembudidayaan. Sehingga dalam waktu 3 bulan kelompoknya mampu menghasilkan total 180 kwintal atau 18 ton ikan.

“Jadi kalau untuk memenuhi kebutuhan 3 ton per bulan kita masih sangup. Karena selama ini produksi kita mencapai sekitar 6 ton per bulan. Tinggal kita sesuaikan saja siklusnya agar bisa rutin panen 3 ton setiap bulannya,” katanya.

Dengan ditunjuk oleh pemerintah sebagai penyuplai kebutuhan ikan lele program BPNT, Tugiman mengaku sangat diuntungkan. Pasalnya ia bisa menjual hasil panen ikan lele dengan harga lebih tinggi dari biasanya. Yakni sebesar Rp24 ribu per kilo.

“Biasanya kalau dijual ke tengkulak itu hanya dihargai Rp17 ribu per kilo. Sementara jika dijual sendiri harga pasarannya Rp22 ribu per kilo. Namun jika diambil pemerintah untuk program BPNT harganya bisa Rp24 ribu per kilo. Jadi kita peternak lebih untung,” ungkapnya.

Tugiman sendiri berharap agar program Bela Beli Kulonprogo semacam ini bisa terus dijalankan di masa yang akan datang. Karena ia yakin kebijakan semacam inilah yang sangat dinanti semua petani atau peternak. Sebuah kebijakan yang akan mampu memajukan sektor pertanian dan peternakan di tiap daerah.

Lihat juga...