BPD Riau Diminta Permudah Akses Pinjaman UMKM

PEKANBARU – Gubernur Riau, Syamsuar, menyatakan telah mendorong Bank Riau-Kepri selaku bank pembangunan daerah untuk memberi akses lebih besar untuk membantu permodalan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Saya sudah mengajak pihak Bank Riau Kepri untuk memberikan kemudahan permodalan untuk mendukung UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Pada tahun sebelumya 25 juta rupiah tanpa agunan, saat ini 50 juta rupiah tanpa agunan,” kata Syamsuar dalam pernyataan pers, Minggu (19/1/2020).

Gubernur Riau Syamsuar mengatakan, sektor UMKM dan ekonomi kreatif di Riau memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Saat ini, Pemprov Riau terus berupaya membuat kebijakan-kebijakan yang bisa mendorong potensi tersebut.

Ia mengatakan, pihaknya juga meminta manajemen Bank Riau Kepri agar memberikan kemudahan untuk membantu permodalan UMKM yang ada di Riau. Hal tersebut bisa dilakukan, karena Pemprov Riau merupakan pemegang saham terbesar di bank pembangunan daerah itu.

“Selain itu, pemprov Riau bersama pihak Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan saat ini sedang mencari format-format yang lebih jitu, bagaimana caranya untuk meningkatkan ekonomi di provinsi Riau. Kita harus maju untuk Riau yang lebih baik,” ujarnya.

Menurut dia, kebangkitan ekonomi di Riau memang harus dimulai dari kebangkitan sektor UMKM. Hal ini sejalan dengan program prioritas Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang saat ini sedang melaksanakan pembangunan pada sektor UMKM melalui Kementerian Koperasi UKM.

“Mungkin selama ini para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Riau kurang mendapatkan ruang untuk meningkatkan produk ekonominya, mendapatkan permodalan, juga bagaimana caranya meningkatkan ilmu pengetahuan serta meningkatkan pemasaran, sehingga produknya bisa dipasarkan ke dunia internasional. Untuk itu, ke depan pemerintah bersama unsur masyarakat akan berupaya untuk mendorong agar lebih maksimal,” kata Syamsuar.

Sektor UMKM dan ekonomi kreatif diharapkan bisa menjadi peluang baru untuk menggantikan sektor minyak dan gas (migas) yang terus menurun.

Ia menambahkan, Riau juga terus mengoptimalkan sektor perkebunan, daerah berjuluk negeri Lancang Kuning itu memiliki lebih dari 500 hektare kebun kelapa dan sektor pariwisata di kawasan pulau Rupat utara, yang saat ini sedang banyak diminati investor mancanegara.

“Artinya, Riau memiliki potensi besar. Ini termasuk juga sektor perikanan dan UMKM. Untuk itu, kita harus membuat kebijakan-kebijakan untuk mendorong seluruh sektor ini, agar bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, sekaligus menekan inflasi di Riau,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...