Bulog Sulteng Pantau Stabilitas Harga Pangan

PALU – Bulog Sulawesi Tengah terus berupaya menjaga stabilitas harga komoditi pangan di tingkat pengecer, dengan menyediakan stok dalam jumlah memadai untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Kepala Bidang Pelayanan dan OPP Perum Bulog Sulteng, Amir Sube, mengatakan, menyediakan stok dalam jumlah memadai, juga tetap memantau ketersediaan barang/bahan kebutuhan pokok di pasaran agar tetap tersedia.

Untuk menjaga stabilitas harga di pasaran, Bulog saban hari memantau dan menyuplai beras kepada para pengecer dan juga RPK (rumah pangan kita) mitra Bulog, yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sulteng.

“Dan hingga kini, harga pangan cukup stabil dan terkendali,” kata Amir, Sabtu (18/1/2020).

Menghadapi masa paceklik, Bulog telah mengantisipasi dengan menyediakan stok beras di gudang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, jika terjadi gejolak harga beras di tingkat pengecer.

Musim panen (MP) 2020 ini baru akan berlangsung Maret-April mendatang. Selama menunggu masa panen tiba, Bulog Sulteng tetap mewaspadai kenaikan harga, khususnya beras di pasaran.

“Kita tetap memantau terus dan jika bergerak naik, tentu Bulog siap melakukan intervensi seperti yang dilakukan selama ini,” katanya.

Harga beras di tingkat pengecer saat ini untuk beras medium berkisar Rp9.000/kg, masih di bawah HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp9.450/kg, dan beras jenis premium dengan kualitas lebih baik dijual pedagang Rp12.000/kg, juga masih di bawah HET ditetapkan pemerintah sebesar Rp12.800/kg.

Menurut pedagang, beras yang dijual di pasaran selain produksi lokal, juga didatangkan dari luar daerah, seperti Sulsel dan Sulbar yang merupakan lumbungan beras nasional. (Ant)

Lihat juga...