Bupati Pasaman Barat Sebut PT Inkud Agritama tak Hargai Pemda

SIMPANG EMPAT – Bupati Pasaman Barat, Sumatra Barat (Sumbar), Yulianto, meminta direksi perusahaan kelapa sawit PT Inkud Agritama Kinali kooperatif hadir jika ada undangan terkait penyelesaian masalah tuntutan karyawan di perusahaan itu.

“Kita sangat kecewa kepada direksi PT Inkud Agritama, karena dua kali diundang rapat tidak bersedia hadir. Direksi tidak menghargai pemerintah daerah,” katanya, Sabtu (18/1/2020).

Ia mengatakan, telah memanggil pihak direksi pada Rabu (15/1) dan Jumat (17/1), untuk penyelesaian sejumlah tuntutan karyawan. Namun, pihak direksi tidak satu pun hadir malah diwakilkan ke pengacara.

“Ini bukan ranah hukum. Pengacara tidak pula menyampaikan apa alasan pimpinan perusahaan tersebut tidak hadir,” katanya.

Ia berjanji akan memperjuangkan hak masyarakat, terutama hak karyawan perusahaan yang mangkir tersebut.

“Saya akan perjuangkan hingga ke pemerintah pusat. Ini tidak bisa di biarkan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Pasaman Barat, Parizal Hafni, menyampaikan saat ini ketegasan bupati sebagai eksekutif harus jelas dan tegas. Karena perusahaan tersebut tidak lagi menghargai masyarakat Pasaman Barat.

“Bupati dalam hal ini harus tegas sebagai eksekutor. Kami juga sudah membicarakan ini di DPRD. Kami sampaikan, bahwa hal ini harus dituntaskan dalam waktu dekat,” tegasnya.

Ia menekankan, niat perusahaan tersebut untuk menyelesaikan masalah nampaknya tidak ada.

PT Inkud Agritama Kinali menunggak gaji karyawan mencapai Rp10 miliar. Utang gaji tersebut sudah tidak dibayarkan selama bertahun-tahun. Sehingga, ratusan karyawan PT tersebut beberapa waktu lalu mendatangi kantor bupati setempat untuk mencarikan solusinya dan memperjuangkan hak- hak mereka. (Ant)

Lihat juga...