Damandiri Sudah Salurkan Rp4 Miliar Kredit di Desa Madura

Editor: Makmun Hidayat

CILACAP — Selama dua tahun lebih, Yayasan Damandiri sudah menyalurkan pinjaman modal untuk masyarakat Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap sebanyak Rp4 miliar. Dari total akumulasi perputaran dana likuiditas tersebut, angka Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet hanya 1 persen.

Penyaluran kredit modal usaha dilakukan melalui KUD Mandiri Lestari Sejahtera yang dibentuk oleh yayasan besutan Presiden RI ke-2, HM Soeharto. Manager Usaha dan Modal Mikro, KUD Mandiri Lestari Sejahtera, Ery Rahmat Januar mengatakan, penyaluran kredit modal usaha dilakukan sejak pertengahan tahun 2017 sampai sekarang. Dan total nasabah sudah mencapai 1.400 orang.

“Sebagian besar nasabah dari golongan keluarga pra sejahtera dan Keluarga Sejahtera (KS) 1, rata-rata pinjaman per orang antara Rp1.500.000 hingga Rp2.000.000,” jelas Eri, Selasa (21/1/2020).

Manager Usaha dan Modal Mikro, KUD Mandiri Lestari Sejahtera, Ery Rahmat Januar di kantornya, Selasa (21/1/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Eri mengatakan, rata-rata per bulan pihaknya mencairkan dana pinjaman modal hingga Rp 100 juta. Namun, tak hanya sekedar memberikan bantuan modal, pihak KUD juga melakukan pendampingan terhadap usaha yang dijalankan para nasabahnya.

“Kita juga mendampingi mereka, untuk memastikan bantuan modal benar-benar dipergunakan untuk usaha dan bukan untuk keperluan konsumtif. Karena kita juga berkepentingan supaya kredit mereka tidak macet,” tuturnya.

Dengan adanya pendampingan tersebut, maka KUD berhasil menekan angka NPL tetap bertahan pada 1 persen. NPL merupakan salah satu indikator kesehatan aset suatu lembaga keuangan, salah satunya adalah dengan menghitung jumlah kredit macet.

Lebih lanjut Eri mengatakan, 1 persen NPL tersebut sebagian besar adalah dari nasabah yang memiliki pinjaman lebih dari satu tempat. Jika macetnya pinjaman akibat usaha yang dijalani nasabah sedang mengalami penurunan, maka pihak KUD akan mendampingi dan melakukan pembinaan supaya usaha mereka bisa bangkit kembali.

“Yang paling susah ditangani itu, jika kredit macet karena memang karakter orang penerima, maka kita harus pandai-pandai untuk melakukan pendekatan,” terangnya.

Salah satu penerima bantuan kredit, Aan Darwati mengatakan, bantuan modal usaha dari Yayasan Damandiri dimanfaatkan untuk menambah modal usaha warung miliknya. Sehingga dagangannya yang dulu hanya sayur-sayuran saja, sekarang sudah bertambah menjadi warung kelontong.

“Pasti penghasilan bertambah juga, sesudah mendapat tambahan modal usaha dari Yayasan Damandiri,” katanya.

KUD Mandiri Lestari Sejahtera ini merupakan salah satu koperasi bentukan Yayasan Damandiri yang berhasil mengukir prestasi dalam hal menekan NPL. KUD ini pernah mengalami NPL hingga 12 persen dan merupakan NLP tertinggi di seluruh koperasi binaan Damandiri. Namun, dengan berbagai upaya yang dilakukan, pengurus koperasi berhasil menekan angka NPL menjadi 1 persen saja dan tetap dipertahankan hingga sekarang.

Lihat juga...