Desa Cerdas Mandiri Lestari Trirenggo Dorong Penambahan Murid KBA

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Program Desa Cerdas Mandiri Lestari yang dijalankan Yayasan Damandiri di Desa Trirenggo benar-benar dirasakan manfaatnya dalam pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di desa yang terletak di pusat kota Bantul Yogyakarta.

Salah satunya dirasakan langsung Kelompok Bermain Anak (KBA) Averroes yang terletak di dusun Pepe, Ngentak RT 2, Bogoran, Trirenggo, Bantul. Sekolah PAUD dan TK ini mulai menerima program pengembangan pendidikan dari Yayasan Damandiri sejak tahun 2017 lalu.

Kepala Sekolah KBA Averroes, Purwanti, mengatakan pihaknya menerima bantuan sarana prasarana berupa Alat Peraga Edukasi (APE) dari Yayasan Damandiri hingga beberapa kali. Baik itu APE outdoor seperti mainan kereta goyang, hingga APE indoor berupa balok puzzle, mainan menyusun huruf, dan sebagainya.

Kepala Sekolah KBA Averroes, Purwanti, saat ditemui di sekolah setempat Dusun Pepe, Ngentak RT 2, Bogoran, Trirenggo, Bantul, Rabu (22/1/2020) – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Sarana pendukung pembelajaran seperti APE ini sangat penting karena disamping melatih pengembangan motorik dan kognitif anak, juga dapat mengembangkan emosional si anak. Karena dari situ mereka dapat saling berbagi dengan teman-temannya satu sama lain,” ungkapnya.

Adanya bantuan sarana berupa APE dari Yayasan Damandiri itu, secara tidak langsung bahkan mampu menarik minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke KBA Averroes. Terbukti dari penambahan jumlah murid di sekolah tingkat PAUD dan TK ini.

“Tentu sangat bermanfaat. Bahkan berdampak pada penambahan jumlah murid. Karena adanya APE bisa menarik minat calon siswa. Dulu sebelum ada mainan APE seperti kereta dorong dan lainnya, murid kita hanya 57 siswa. Tapi setelah itu meningkat menjadi 72 siswa lalu 82 siswa hingga sekarang 104 siswa,” ungkapnya.

Tak hanya itu, adanya pelatihan Diklat Dasar yang digelar Yayasan Damandiri bagi guru-guru PAUD dan TK di seluruh wilayah desa Trirenggo juga dinilai sangat membantu peningkatan kapasitas para pendidik.

Tak terkecuali guru/tenaga pendidik di KBA Averroes. Dimana para guru bisa menambah ilmu, wawasan dan keterampilan dalam mendidik anak.

Anak-anak sedang menikmati permainan, Rabu (22/1/2020) – Foto: Jatmika H Kusmargana

KBA Averroes sendiri diketahui memiliki murid sebanyak 104 siswa TK berusia 4-6 tahun dan siswa KB berusia 3-4 tahun.

Memiliki 7 ruang kelas dan sebanyak 10 orang guru/tenaga pendidik, kegiatan belajar mengajar di sekolah ini digelar setiap hari mulai hari Senin hingga Sabtu mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

“Ke depan kita masih ingin menambah 1 ruang kelas lagi. Karena sebanyak 7 ruang kelas yang ada sebenarnya tidak cukup menampung semua siswa. Selain itu kita juga ingin menambah 1 APE outdoor, berupa alat permainan ular tangga namun dalam ukuran yang bisa dipraktikkan langsung anak-anak,” ungkapnya.

Lihat juga...