Di 2019, Imigrasi Tanjungpinang Deportasi 50 WNA

Kepala Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, Hongky Juanda, - Foto Ant

TANJUNGPINANG – Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), telah mendeportasi 50 Warga Negara Asing (WNA) di sepanjang 2019.

Tercatat, jumlahnya mengalami penurunan, bila dibandingkan dengan kondisi di  2018, yang mencapai 186 WNA. Kepala Kantor Imigrasi Kelas Kelas I Tanjungpinang, Hongky Juanda menyatakan, WNA tersebut dideportasi karena tersandung masalah hukum seperti, narkoba dan ilegal fishing.

Sebagian besar WNA yang dipulangkan ialah warga berkebangsaan Vietnam. Mereka mendominasi kasus ilegal fishing di wilayah perairan Kepri. “Sebelum dideportasi ke negara masing-masing, mereka sudah dihukum sesuai putusan Pengadilan Negeri Tanjungpinang,” kata Hongky Juanda.

Selama 2019, Imigrasi juga menolak 70 WNA masuk ke Tanjungpinang. Jumlah tersebut mengalami peningkatan, dibandingkan kondisi di 2018 yang mencapai 27 WNA. Faktor penyebab terjadinya penolakan antara lain, WNA yang masuk ke Tanjungpinang berperilaku tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku di daerah setempat.

Terkadang ada WNA yang datang dalam kondisi mabuk, kemudian memiliki maksud lain di luar maksud kedatangannya. “Tujuannya memang berwisata, tapi setelah kami dalami ternyata ada niat lain di luar itu, makanya terpaksa ditolak,” tegas Juanda.

Imigrasi Tanjungpinang, akan terus berupaya memperketat pengawasan terhadap WNA yang masuk ke Tanjungpinang. “Kami sangat selektif, WNA yang datang harus menguntungkan negara. Kalau justru membuat rugi, buat apa diterima,” tegasnya. (Ant)

Lihat juga...