Diare Serang Puluhan Warga Belu NTT

KUPANG – Sebanyak 58 warga di Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang berbatasan wilayah dengan negara Timor Leste, terserang penyakit diare yang melanda wilayah setempat.

“Mereka diserang diare beberapa hari lalu, sehingga dilarikan ke Puskesmas Nualain dan Puskesmas Weluli untuk mendapat penanganan,” kata Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Belu, Joice Manek, dalam keterangan tertulis yang diterima di Kupang, Sabtu (18/1/2020).

Dia menambahkan, warga yang terserang diare berasal dari sejumlah desa, di antaranya Desa Ekin 47 orang, Loonuna 7 orang, Sisi Fatuberal 1 orang dan Wedomu 3 orang.

“Pihak Puskesmas sudah melakukan penanganan cepat dan tepat, sehingga setelah kejadian itu ada 25 pasien menjalani rawat jalan dan 33 pasien rawat inap,” ujarnya.

Mantan Direktur RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua itu menyebutkan, penyakit diare berkaitan dengan saluran pencernaan yang bisa disebabkan kondisi makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat.

Untuk itu, pihaknya telah mengimbau masyarakat setempat agar selalu memperhatikan kondisi kebersihan di lingkungannya serta makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Joice Manek mengatakan, pihaknya masih terus melakukan upaya pemantauan dan antisipasi penanganan penyakit dengan menghadirkan Posko di Desa Ekin.

“Posko ini untuk berjaga-jaga agar kalau ada pasien susulan, maka bisa segera mendapat penanganan medis,” sebutnya, dan menambahkan disiagakan pula dua tenaga dokter di Puskesmas setempat.

Dia melanjutkan, setelah peristiwa serangan diare tersebut, Bupati Belu, Wilibrodus Lay juga telah meninjau langsung keberadaan pasien yang dirawat di Puskesmas.

“Bupati sudah memerintahkan agar tim dokter selalu cepat melakukan penanganan dan memeriksa secara rutin warga yang menjadi korban serangan wabah diare,” katanya. (Ant)

Lihat juga...