‘Digdaya’ Pameran Inovasi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Mengusung tema ‘Digdaya’ dalam acara Dies Natalis, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) berkomitmen untuk terus bisa memberikan manfaat lebih kepada masyarakat di usianya yang ke 46 tahun melalui inovasi-inovasi unggulan yang mereka hadirkan.

Wakil Dekan III bagian Kemahasiswaan FK UB, dr. Eriko Prawestiningtyas, Sp.F. sekaligus ketua pelaksana, menjelaskan bahwa dalam puncak acara Dies Natalis FKUB kali ini menampilkan berbagai produk inovasi unggulan yang ada di program studi (Prodi) FKUB.

Wakil Dekan III FK UB, dr. Eriko Prawestiningtyas, Sp.F menjelaskan terkait pameran dan lomba produk unggulan FK UB saat menghadiri puncak Dies Natalis FKUB, Minggu (12/1/2020). Foto: Agus Nurchaliq

“Tidak hanya dipamerkan tapi juga kita lombakan untuk meningkatkan gairah program studi dalam membuat suatu produk unggulan tertentu di masing-masing prodi,” jelasnya saat menghadiri puncak Dies Natalis FKUB, Minggu (12/1/2020).

Menurutnya, setiap prodi memiliki suatu ciri khas masing-masing. Ada program studi yang memang poin utamanya di penelitian, tetapi tidak semua program studi kuat dalam hal penelitian.

“Jadi produk unggulannya bisa berupa pengabdian masyarakat atau berupa penelitian yang mungkin bisa dikembangkan dalam suatu produk. Saya yakin setiap prodi punya unggulan masing-masing,” tandasnya.

Lebih lanjut, Dekan FK UB Dr. dr. Wisnu Barlianto, MSi, Med SpA (K), mengatakan, tema ‘Digdaya’ sebenarnya merupakan kepanjangan dari Mandiri Pengabdian dan Berdaya Saing.

Mandiri di sini maksudnya adalah sesuai dengan misi UB, FKUB diharapkan mampu mencetak lulusan yang memiliki jiwa entrepreneur sehingga mereka bisa mandiri dan bisa survive dimana pun dia berada.

Kemudia pengabdian, berarti sebagai institusi pendidikan FKUB diharapkan bisa menaungi seluruh masayarakat atau memberikan baktinya kepada masyarakat.

“Kemudian daya saing artinya sesuai dengan milestones UB, kita diharapkan pada tahun 2020 bisa mencapai daya saing Asia maupun internasional melalui inovasi-inovasi yang dihasilkan,” ucapnya.

Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani, AR MS, menyebutkan, hasil temuan maupun inovasi yang dihasilkan FKUB sudah sangat luar biasa. Hampir semua produk yang dipamerkan sudah paten, tapi sayangnya belum dicatatkan ke universitas.

Rektor UB, Prof. Dr. Ir Nuhfil Hanani, AR MS dan Dekan FK UB Dr. dr. Wisnu Barlianto MSi, Med SpA (K), saat menghadiri puncak Dies Natalis FKUB, Minggu (12/1/2020). Foto: Agus Nurchaliq

“Jadi tolong inovasi-inovasi tersebut segera dicatatkan ke universitas supaya karya inovasinya juga bisa dilihat dan diketahui seluruh Indonesia. Setelah itu tinggal bagaimana kita mencari partner atau perusahaan agar bisa segera dipasarkan kepada masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu inovasi yang turut dipamerkan dalam acara tersebut adalah aplikasi Meraba Nadi Sendiri (Menari) yang berfungsi mencegah Fibrilasi Atrium atau denyut jantung tidak teratur.

Inventor aplikasi Menari, dr. M. Rizki Fadlan, mengatakan, dalam aplikasi ini pasien diharuskan menjawab beberapa pertanyaan sesuai dengan yang ia rasakan untuk kemudian mendapatkan rekomendasi tentang kondisi tersebut.

Inventor aplikasi Menari, dr. M. Rizki Fadlan, menjelaskan tentang cara kerja aplikasi Menari di FKUB, Minggu (12/1/2020). Foto: Agus Nurchaliq

“Misalnya apakah pasien merasakan nadinya teratur atau tidak teratur, sering berdebar atau tidak, atau mudah lelah atau tidak dan pertanyaan lainnya. Setelah itu akan muncul nilai skor. Kalau skornya lebih dari tujuh berarti dia berisiko tinggi terkena Fibrilasi Atrium dan harus segera diperiksakan ke dokter,” jelasnya.

Lihat juga...