DPRD Banyumas Rekomendasikan Jembatan di Pasar Patikraja Dibongkar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Ketua DPRD Banyumas, dr. Budhi Setiawan, merekomendasikan agar jembatan yang membentang di tengah Pasar Patikraja dan menutup akses jalan desa untuk segera dibongkar.

Ditargetkan pembongkatan jembatan yang diprotes warga RW 1 dan RW 2 Desa Patikraja tersebut, selesai pada bulan Februari tahun ini.

Keputusan untuk melakukan pembongkatan tersebut, disampaikan Ketua DPRD usai meninjau ke lokasi, Jumat (3/1/2020). Menurutnya, bangunan jembatan jelas melanggar aturan, baik Garis Sepadan Bangunan (GSB) maupun fungsi jalan yang dihilangkan.

Ketua DPRD Banyumas, dr. Budhi Setiawan (baju batik), Jumat (3/1/2020), melakukan sidak ke Pasar Patikraja, menindaklanjuti pengaduan warga atas pembangunan jembatan yang menutup akses jalan desa. Foto: Hermiana E. Effendi

“Setelah melihat ke lokasi, jelas sekali bangunan jembatan tersebut melanggar aturan. Sebab, di depan adalah jalan nasional dan jaraknya sangat dekat. Sehingga kita rekomendasikan untuk dibongkar,” jelas Budhi Setiawan.

Lebih lanjut Budhi menyampaikan, posisi jebatan juga curam, sehingga jika difungsikan untuk parkir kendaraan, maka aksesnya jalannya berbahaya. Terlebih jalan turunnya sangat berdekatan dengan jalan nasional yang membentang di depannya.

Terkait rekomendasi pembongkaran jembatan, Ketua DPRD menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum Banyumas serta Inspektorat Kabupaten Banyumas dan semua sepakat untuk melakukan pembongkaran.

“Untuk siapa yang akan melakukan pembongkaran, nanti kita koordinasikan lebih lanjut, apakah akan ditangani oleh Pemkab Banyumas atau oleh pihak desa sendiri yang sudah membangun jembatan tersebut,” terangnya.

Dan pasca dibongkar, Ketua DPRD berpesan, agar keberadaan drainase di kawasan pasar diperhatikan, karena sekarang sudah masuk musim hujan. Pasar Patikraja merupakan pasar desa, yang kewenangan pengelolaannya berada di tangan pihak desa sepenuhnya.

Pasar ini pernah meraih penghargaan tingkat nasional sebagai salah satu pasar desa terbaik, sehingga diharapkan prestasi tersebut bisa dipertahankan.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat yang ikut mendampingi sidak ketua DPRD, Yoga Sugama mengatakan, ia sangat mengapresiasi dan mendukung keputusan ketua DPRD untuk melakukan pembongkaran jembatan, sebab hal tersebut memang menjadi tuntutan warga RW 1 dan RW 2 Desa Patikraja yang akses jalan menuju rumahnya tertutup jembatan tersebut.

Menurutnya, jembatan tersebut juga jelas melanggar banyak aturan, mulai dari UU nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), UU nomor 38 tahun 2004 tentang jalan dan Perda tentang IMB.

“Dalam UU sudah jelas disebutkan, ada sanksi pidana bagi siapa pun yang melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan. Bahkan acaman hukumannya sampai 18 bulan atau denda paling banyak Rp 1,5 miliar,” jelas Yoga.

Jembatan dengan lebar 4 meter dan bentangan ke atas sekitar 8 meter tersebut menutup total jalan desa yang berada di tengah pasar. Jalan tersebut merupakan akses jalan menuju rumah warga di RW 1 dan RW 2 Desa Patikraja.

Lihat juga...