Dua Hari Terakhir, Banjir dan Longsor Landa Banyumas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANYUMAS – Dalam dua hari terakhir, banjir dan longsor terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas.

Banjir terjadi pada sembilan kecamatan di Banyumas dan longsor ada di dua titik. Tidak ada korban dan hingga Sabtu (11/1/2020) sore warga masih bergotong-royong membersihkan jalan yang tertimpa material longsor.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Ariono Poerwanto mengatakan, banjir terjadi akibat luapan air sungai, sehingga tidak berlangsung lama dan pada sore hari sudah surut.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Ariono Poerwanto, Sabtu (11/1/2020) di Banyumas menjelaskan wilayah yang terkena banjir dan longsor. Foto: Hermiana E. Effendi

Wilayah yang terkena banjir antara lain Kecamatan Tambak, Sumpiuh, Kemranjen, Kalibagor, Banyumas, Sokaraja, Eawalo, Jatilawang dan wilayah Kota Purwokerto.

“Ada beberapa sungai yang debit airnya meningkat karena curah hujan yang tinggi, antara lain Sungai Kalibener yang meluap dan menyebabkan banjir di wilayah Kecamatan Kalibagor dan Sokaraja. Namun, saat air sungai mulai surut, banjir juga surut,” terang Ariono, Sabtu (11/1/2020).

Sementara untuk longsor terjadi di Kecamatan Kedungbanteng dan Kecamatan Rawalo. Longsor di Kedungbanteng menutup akses jalan antara Windujaya-Kedungbanteng dan longsor di Rawolo menyebabkan akses jalan Tambaknegara – Patikraja tertutup.

Hingga Sabtu sore warga dengan dibantu TNI, Polri serta relawan masih membersihkan material longsor yang menutup akses jalan antarkecamatan di Kedungbanteng.

Salah satu warga, Taufik mengatakan, material longsor yang menutup jalan berasal dari longsoran tebing setinggi 20 meter dan lebar tebing yang longsor hingga 10 meter.

“Rumah saya tidak jauh dari bukit yang longsor, longsor terjadi pada Jumat (10/1/2020) petang, saya mendengar suara retakan dari bukit dan diikuti dengan suara gemuruh beberapa saat kemudian,” tuturnya.

Saat kejadian Taufik sedang berada di rumah bersama anak dan istrinya. Beruntung longsoran bukit tersebut tidak sampai menimpa rumahnya. Meskipun begitu, Taufik yang diliputi kekhawatiran jika terjadi longsor susulan, segera mengungsikan keluarganya ke rumah orang tuanya.

“Keluarga saya sudah di saya ungsikan ke rumah orang tua, sebab kalau sore pasti turun hujan lebat, takut ada longsor susulan,” kata Taufik yang ikut kerja bakti membersihkan material longsor dari jalan.

Menurut Taufik karena longsor terjadi sudah petang, maka pembersihan material longsor baru dilakukan hari ini.

Lihat juga...