Evaluasi Gabungan Diklat Seni TMII Jadi Tolak Ukur Kreativitas Anak

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

JAKARTA — Sebanyak 500 peserta lebih dari berbagai sanggar seni anjungan daerah, sekolah dan sanggar Jabodetabek, mengikuti evaluasi diklat seni yang digelar Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Ragam tari daerah, mereka tampilkan di depan dewan juri di panggung Desa Seni dan Kerajinan TMII, Jakarta, Minggu (26/1/2020).

Dalam balutan musik dan keserasian busana yang dikenakan, menjadikan lenggang lenggok mereka begitu memukau.

Salah satu penampilan Sanggar Zundarima Production dalam tarian Ronggeng Nyentrik. Gerakan gemulai penari belia ini sangat memukau. Begitu pula dengan penari dari sanggar BSA Pelangi Nusantara.

Mereka begitu antusias menampilkan setiap gerakan tari dalam evaluasi seni ini.

Evaluasi Gabungan Diklat Seni TMII Menjadi Tolak Ukur Kreativitas Anak

Dewan Pengamatan Evaluasi Gabungan Diklat TMII, Trimawarsanti menyebut, evaluasi ini memberikan motivasi kepada anak-anak baik diklat seni binaan TMII maupun sanggar dari luar. Yakni, bagaimana mereka akan memperlihatkan atau mempertunjukkan kreasi seni selama latihan di sanggar pada evaluasi ini.

“Tentu dengan mengikuti evaluasi diklat seni ini berarti menjadi tolak ukur bagi para pelatih yang ada di TMII maupun luar TMII,” ujar Santi kepada Cendana News ditemui pada acara evaluasi gabungan diklat seni TMII, di Desa Seni dan Kerajinan TMII, Jakarta, Minggu (26/1/2020).

Menurutnya, mereka dapat mengetahui sejauh mana perkembangan dari anak didiknya.

Adapun kriteria penilaian, jelas dia, adalah hapalan, wiraga yang berkaitan erat dengan disiplin gerak. Juga wirama berkaitan dengan ketempatan tempo atau irama dan wirasa, yakni penghayatan dan ekpresi dalam menari, serta terakhir adalah penampilan.

Dia berharap, evaluasi ini dapat menumbuh kembangkan generasi muda untuk mengenal dan mempelajari ragam budaya bangsa.

Sehingga kedepannya kata Santi, kegiatan yang rutin digelar ini menjadi semangat bagi TMII untuk terus berinovasi dalam pengembangan dan pelestarian budaya.

“Evaluasi ini diharapkan dapat menumbuhkan generasi muda lebih cinta budaya,” tandasnya.

Dia juga berharap, kegiatan ini terus diminati oleh semua siswa didik dari berbagai sanggar seni. Sehingga mereka bisa mengekspresikan kreasinya lebih maksimal untuk mendapat sertifikat dari TMII.

“Dengan sertifikat kelulusan dari TMII, mereka yang berprestasi seni bisa jadi satu terobosan untuk jalur prestasi,” ujarnya.

Rima Rizkiani Putri, pemilik sanggar Zundarima Production mengaku bangga anak didiknya bisa mengikuti evaluasi gabungan diklat seni yang digelar TMII.

Mengikuti evaluasi ini menurutnya, sebagai tolak ukur kemajuan anak-anak selama berlatih enam bulan di sanggar.

“Evaluasi ini sebagai tolak ukur peningkatan kreativitas mereka belajar tarian. Jadi ikut evaluasi gabungan ini sangat bermanfaat sekali,” kata Rima kepada Cendana News saat ditemui di area Desa Seni dan Kerajinan TMII, Jakarta, Minggu (26/1/2020).

Rima mengaku sanggarnya baru pertama kali ikut evaluasi gabungan diklat seni TMII ini. “Ada kebanggaan, dan anak-anak juga bangga. Kita bisa masuk di lingkungan TMII ikut evaluasi ini,” kata Rima.

Karena menurutnya, kalau mengadakan evaluasi sendiri di sanggar itu biayanya lebih mahal. Harus sewa tempat, panggung dan lainnya. “Kalau di sini kita sudah bareng dengan sanggar lain. Jadi biaya bisa ditekan,” ujarnya.

Kembali dia menegaskan, TMII sebagai tolak ukur perkembangan budaya dan edukasi bagi anak-anak. Menurutnya, saat anak didiknya diberitahu akan tampil ujian di TMII, mereka sangat senang sekali.

“Kita sudah ngomong tentang TMII, kita tampil di TMII. Mereka antusias sekali, ada kebanggaan karena ini sebagai wahana budaya,” ujarnya.

Dia berharap dengan anak didiknya tampil mengikuti evaluasi di TMII, dapat mengembangkan bakatnya dalam kesenian. Sehingga lebih meningkat dan bisa bersaing dengan sanggar lain.

“Anak-anak jadi lebih mau menggali potensi. Mereka di sini bisa melihat sanggar lain, jadi tolak ukur untuk belajar menari lebih baik lagi di tingkat berikutnya,” pungkasnya.

Lihat juga...