Helmy Yahya Diberhentikan Dari Jabatan Dirut TVRI

Foto Dokumentasi, Rapat Kerja DPR-Menkominfo. Menkominfo Rudiantara (kanan) menyampaikan paparannya disaksikan Dirut LPP TVRI Helmi Yahya (tengah) dan Dirut LPP RRI Mohammad Rohanuddin (kiri) pada rapat kerja dan dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (23/10/2018) – Foto Ant

JAKARTA – Helmy Yahya diberhentikan dari jabatan Direktur utama TVRI, oleh Dewan Pengawas lembaga penyiaran publik itu. Kabar pemberhentian itu dibenarkan oleh anggota komisi I DPR, Farhan, ketika dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

“Benar. Besok pak Helmy bikin konferensi pers (terkait kabar pemberhentian itu),” kata Farhan lewat pesan singkat, Kamis (16/1/2020).

Mengenai konfirmasi kebenaran informasi tersebut dari Ketua Dewan Pengawas TVRI Arief Hidayat Thamrin, dan pihak Helmy Yahya, nomor keduanya masih belum bisa dihubungi. Sebelumnya tersiar undangan yang diterima media oleh Helmy Yahya, usai beredarnya surat pemberhentiannya yang ditandatangani oleh Ketua Dewan Pengawas TVRI Arief Hidayat Thamrin, Kamis (16/1/2020).

Surat tersebut berisi lima poin, yang menjadi dasar pemberhentian Helmy dari jabatannya. Menyikapi kabar tersebut, Helmy mengundang media untuk hadir pada Jumat 17 Januari 2020 pukul 14.00 WIB. Farhan mengatakan, pemberhentian Helmy harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah No.13/2005, pasal 22 sampai pasal 25. “Dewan Pengawas TVRI harus bisa membuktikan bahwa pemberhentian sesuai pasal 22 sampai dengan 25 PP Nomor 13/2005 atau kalau tidak bisa membuktikan maka bisa menimbulkan sengketa hukum,” kata Farhan.

Ia menambahkan, Dewas TVRI juga harus bisa menjaga agar sengketa hukum tersebut tidak mengganggu kinerja TVRI yg akan diawasi langsung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dan DPR RI. Dewan Pengawas (Dewas) TVRI sudah pernah melayangkan surat penonaktifan sementara kepada Direktur Utama (Dirut) Televisi Republik Indonesia (TVRI) itu.

Pada Rabu (4/12/2019), Dewan Pengawas TVRI mengeluarkan Surat Keputusan No.3/2019, yang berisi penetapan nonaktif sementara Direktur Utama TVRI Helmy Yahya dan pengangkatan Direktur Teknik TVRI, Supriyono, sebagai Pelaksana Tugas Harian Direktur Utama TVRI. Menanggapi surat keputusan tersebut, Helmy Yahya juga mengirimkan surat kepada Dewan Pengawas TVRI, dan menyatakan bahwa dirinya masih merupakan Direktur Utama TVRI yang sah periode 2017-2022 dan akan tetap menjalankan tugas. (Ant)

Lihat juga...