Hingga Januari, Luas Tanam di Banyumas Masih di Bawah Target

Editor: Makmun Hidayat

BANYUMAS — Hingga menjelang akhir bulan Januari 2020, luasan tanam padi di wilayah Kabupaten Banyumas masih jauh di bawah target. Target tanam pada musim tanam bulan Oktober 2019 hingga Maret 2020 seluas 32.000 hektare. Namun, saat ini luas tanam baru mencapai 16.500 hektare.

“Masih jauh di bawah target, bahkan baru mencapai 50 persen saja dari target, karena sebagian besar petani mundur dalam mengolah lahan pertanian,” kata Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas, Widarso, Senin (27/1/2020).

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Banyumas, Widarso, Senin (27/1/2020) di kantornya. -Foto: Hermiana E. Effendi

Sebagian besar lahan yang belum mulai ditanami adalah sawah tadah hujan, karena stok air hanya mengandalkan air hujan. Padahal sebagian besar sawah di wilayah Banyumas merupakan sawah tadah hujan.

Widarso berharap, mundurnya masa tanam ini tidak akan mempengaruhi volume produksi padi di Banyumas. Sebab, dipastikan masa panen juga mundur.

Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Purbalingga. Dari target luas tanam padi 2.985 hektare, saat ini yang sudah mulai tanam baru 95 hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Kabupaten Purbalingga Mukodam mengatakan, pada bulan Oktober hingga Desember 2019, masih terjadi musim kemarau, sehingga para petani masih enggan untuk mulai menanam padi.

“Kendala utama pada ketersediaan air dan mundurnya masa tanam ini tentu akan berpengaruh pada produktivitas padi. Namun, mudah-mudahan memasuki bulan Januari dimana curah hujan sudah mulai tinggi, petani segera menanam padi,” tuturnya.

Terkait produksi padi, lanjutnya, sampai akhir bulan Nopember 2018 produksi padi sudah mencapai sekitar 118.000 ton. Sedangkan sampai akhir tahun  produksi total mencapai 159.000  ton.

Sementara itu, salah satu petani di Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Sarno mengatakan, pada bulan Januari ini curah hujan memang sudah tinggi, namun air yang turun baru mencukupi untuk membasahi lahan saja. Mengingat curah hujan juga belum stabil, terkadang turun hujan terus-menerus, setelah itu sampai beberapa hari tidak turun hujan.

“Untuk menanam padi itu, minimal sawah harus tergenang air meskipun sedikit, sementara hujan sekarang baru membasahi tanah dan kondisi tanah belum jenuh air, sehingga kami belum berani untuk menanam padi dalam skala luas, karena sawah ini hanya bergantung pada air hujan,” tuturnya.

Meskipun begitu, sebagian petani sudah ada yang mulai menanam padi di sawah tadah hujan. Sebab, mereka optimis, setelah ini hujan akan semakin sering turun.

Lihat juga...