Imigrasi Jakbar Amankan 13 WNA Langgar Izin Tinggal

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Kantor Imigrasi Jakarta Barat melakukan operasi warga negara asing (WNA) di dua apartemen di wilayahnya. Operasi itu sebagai bentuk pengawasan dan penegakan hukum. Kepala Imigrasi Jakarta Barat, Novianto S, mengatakan, ada 13 WNA terdiri dari 10 WNA Nigeria, 2 WNA Pantai Gading dan 1 WNA Guinea Bissau. Para WNA yang terjaring razia itu melanggar izin tinggal di Indonesia. 

“Pengawasan ini dalam rangka meminimalisir pelanggaran keimigrasian, dan menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat,” ujar Novianto di kantor Imigrasi, Jalan Pos Kota, Jakarta Barat, Selasa (21/1/2020) sore.

Menurutnya, pengawasan kepada WNA sudah tertuang dalam UU No. 6/2017, pasal 66 ayat 2 huruf B tentang keimigrasian, pengawasan keimigrasian, meliputi terhadap lalulintas orang asing yang masuk atau keluar wilayah Indonesia.

Pihaknya akan menindaklanjuti para WNA yang sudah terjaring razia. Pasalnya, informasi itu didapat dari masyarakat yang melakukan pengawasan dari apartemen di Jakarta Barat.

Menurutnya, pengawasan dilakukan selama satu minggu. Setelah pengumpulan data dan pengintaian sudah akurat, baru dilakukan pengeledahan.

“Hasil kegiatan-kegiatan operasi lapangan kami sebagai berikut, kami mengamankan 13 orang asing yang terdiri dari 10 orang Nigeria, 2 pantai gading, 1 Guinea Bissau. Ketigabelas orang tersebut diduga melanggar keimigrasian Pasal 75 dan pasal 78 ayat 3 UU nomor 6 tahun 2011,” paparnya.

Kemudian proses lebih lanjut, ke13 WNA itu akan dilakukan pendeteksian di ruang deteksi kantor Imigrasi di Jakarta Barat.

“Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut, apakah ke 13 orang tersebut ada pelanggaran lain atau ada instansi lain yang kiranya mendapati penyalahgunaan dan pelanggaran dari 13 orang tersebut,” ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Tessa Harumdila, mengatakan ke 13 WNA itu melanggar izin tinggal lebih dari 60 hari.

“Mereka (13 WNA) sudah melanggar izin tinggal lebih dari 60 hari. Di mana 10 warga Nigeria menggunakan visa 211 kunjungan sekali perjalanan, 2 warga Pantai Gading menggunakan visa bebas kunjungan dan 1 Guinea Bissau menggunakan bebas visa kunjungan yang semua itu melebihi 60 hari,” ujar Tessa.

Menurutnya, untuk deportasi akan dilakukan segera. Penyelidikan saat ini terus dilakukan oleh tim penyelidikan dibagian intelgakim.

“Sejauh ini dari pemeriksaan penyidik di kantor imigrasi, masih terus dilakukan pendalaman sampai sejauh mana orang asing ini melakukan tindak pidana. Rata-rata mereka menggunakan visa kunjungan 211. Ini sebagai barang bukti kita, kita tahu, kita temukan semacam penggunaan penyalahgunaan data dan informasi. Masih proses, kita akan proses lebih lanjut,” jelasnya.

Tessa juga menngatakan, para ke 13 WNA ini mengaku bekerja sebagai pedagang di sekitar wilayah Jakarta Barat. Sampai sekarang pihak Imigrasi terus mencari tahu keberadaan orang asing yang melebihi batas izin tinggal.

“Mereka pedagang penjual bercampur dengan warga kita di Jakarta Barat. Masih kita telusuri keberadaan orang asing selama di Jakarta Barat,” tutupnya.

Lihat juga...