Inflasi 2019 Kota Palu Terkendali

ilustrasi - Foto Ist

PALU – Inflasi di Kota Palu, Sulawesi Tengah di sepanjang 2019 tercatat sebesar 2,30 persen (year on year). Kondisinya di bawah target sasaran yang ditetapkan pemerintah, 3,5 persen plus 1 persen.

Hal tersebut dinilai memperlihatkan inflasi di Kota Palu dalam kondisi inflasi terjaga. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Abdul Majid Ikram menyebut, terjaganya inflasi di ibu kota Provinsi Sulteng dikarenakan keberhasilan pemerintah daerah dan BI dalam menjaga dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Utamanya, kebutuhan sejumlah komoditas utama. “Hal ini tidak lepas dari upaya TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) yang selalu meningkatkan sinergi antarinstansi untuk mengambil langkah-langkah antisipatif sesegera mungkin khususnya dalam menjaga ketersediaan stok komoditas utama agar mencukupi kebutuhan masyarakat,” katanya, Minggu (5/1/2020).

Terkendali inflasi Kota Palu di 2019, didukung oleh inflasi inti dan administered price (AP) atau harga yang diatur oleh pemerintah. Kondisinya terjaga pada level rendah, serta inflasi volatile food (VF) atau makanan mudah menguap yang terkendali.

Inflasi inti yang terjaga di level rendah yakni 2,00 persen, secara tahunan (yoy) tidak lepas dari permintaan masyarakat yang relatif stabil. “Volatile food yang terkendali pada level 3,55 persen (yoy) ditopang oleh ketersediaan pasokan pangan yang terjaga meski di tengah gangguan cuaca dan pola tanam yang terjadi di pertengahan 2019,” jelasnya.

Sedangkan administered price, dalam kondisi rendah yaitu 2,10 persen (yoy), sejalan dengan minimalnya kebijakan terkait tarif dan harga yang diatur oleh pemerintah. “Ke depan kami dan pemerintah daerah tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga, sehingga inflasi terjaga pada kisaran sasaran 3 persen plus 1 persen di tahun 2020,” jelasnya. (Ant)

Lihat juga...