IWAPI Lamsel Dorong Pengembangan Kain Tenun Tapis

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Lampung Selatan, mendorong penjualan kain tradisional bermotif tapis. Salah satunya dengan menjualnya di gerai Dekranasda yang ada di dermaga eksekutif pelabuhan Bakauheni.

Gustina Idawati, ketua IWAPI Lamsel menyebut, sejumlah wanita binaan telah memproduksi kain tradisional untuk dijual secara offline dan online. Penjualan secara offline mulai dilakukan pada gerai Dekranasda Lamsel di dermaga eksekutif Bakauheni.

Inayati, pengurus Dekranasda Lampung Selatan, memperlihatkan kain tapis hasil produksi UMKM yang dijual di gerai Dekranasda di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Selasa (7/1/2020). -Foto: Henk Widi

Menurutnya, sejumlah pelatihan kelompok wanita mendorong pembuatan kain tenun tapis dan sulam usus, yang sebagian dijual sebagai suvenir. Kain tapis sebagai bahan pakaian juga digunakan untuk pembuatan topi dan tukus.

Kain tapis yang dikombinasikan dalam sejumlah fashion, menurut Gustina Idawati menjadi upaya pelestarian kain tradisional. Selain itu, pembuatan sulam usus yang diaplikasikan untuk pakaian tradisional, bisa memberi sumber pendapatan bagi keluarga.

“Fasilitas pelatihan telah dilakukan kepada sejumlah kelompok wanita yang ada di Lamsel. Sementara kendala penjualan telah diatasi dengan adanya gerai khusus penjualan kain tradisional,” terang Gustina Idawati, Selasa (7/1/2020).

Gustina Idawati mengaku mendorong penjualan kain tradisional di Dekranasda Lamsel, karena selama ini lokasi gerai Dekranada berada di dermaga eksekutif Bakauheni, yang berfungsi sebagai pusat bisnis dan transportasi laut.

Sebagai pintu gerbang Sumatra, dermaga eksekutif menjadi sarana promosi kain tradisional khas Lampung. Kain tradisional motif tapis di antaranya pakaian, sarung, tukus, selendang, dan topi.

Lihat juga...