Jangan Lewatkan Tiga Cemilan Khas ini Saat Berwisata ke Pariaman

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

PARIAMAN — Kota Pariaman Sumatera Barat yang terletak di bagian pantai yang menghadap ke laut Samudera, memiliki hasil tangkapan nelayan yang berlimpah. Dari hasil tangkapan nelayan ini, lahirlah berbagai makanan dari bahan ikan, kepiting, dan udang, yang dijual di kawasan wisata Pantai Gandoriah, salah satu objek wisata andalan di daerah tersebut.

Neti salah seorang pedagang tengah menggoreng cemilan khas Pariaman yang ada di wisata Pantai Gandoriah, Sabtu (11/1/2020). Foto: M. Noli Hendra

Ya, di wisata Pantai Gandoriah ini ada satu tempat yang secara khusus menjual kuliner atau cemilan khas Pariaman. Mulai dari yang sudah populer yakni sala lauak, hingga goreng kepiting dan udang, yang dibuat seperti peyek.

Neti, penjual cemilan khas Pariaman, mengatakan, kuliner cemilan seperti sala lauak, goreng kepiting dan udang, cukup banyak dijual di daerah Pariaman. Alasan begitu banyak yang menjualnya, karena seperti sala lauak yang terbuat dari adonan daging ikan, merupakan cemilan untuk campuran di makan dengan sate dan gulai lontong.

Sementara untuk goreng kepiting dan udang, banyak dinikmati untuk cemilan sembari memandang Pantai Gandoriah. Bahkan ada juga dimakan sebagai lauk pauk saat menyantap nasi sek yang juga terkenal di Pariaman.

“Di sini banyak yang jual gorengan ini, karena membuatnya itu mudah, harga yang murah, sehingga banyak yang beli,” katanya, Sabtu (11/1/2020).

Kuliner Sala Luak

Sala lauak merupakan cemilan yang terbuat dari ikan yang dicampur dengan tepung dan cabe merah giling. Adonan dibentuk menjadi bulat sebesar bola pingpong, dan barulah digoreng hingga warnanya kuning kecoklatan.

Sala lauak paling enak dinikmati di saat masih ada rasa panasnya, karena terasa renyah pada bagian luarnya ketika di gigit, dan gurih di bagian isinya. Harganya beragam tergantung ukurannya, mulai dari Rp500 hingga Rp1.000 untuk per bijinya.

Kuliner Goreng Kepiting

Selain sala lauak, di lokasi wisata Pantai Gandoriah ini juga ada kuliner yang tidak kalah gurihnya, yakni goreng kepiting. Ets, jangan berpikir cemilan yang satu ini goreng kepiting biasa saja. Karena ada yang tidak biasa goreng kepiting di Pariaman ini.

Untuk menggoreng kepiting ini, penjualnya sekaligus yang memasak kepiting, menambahkan bumbu cabe merah giling dan tepung. Nantinya, sebelum digoreng kepitingnya akan dibaluti tepung, dan di waktu di dalam kuali akan dibuat mengambang seperti membuat peyek.

Cukup unik, biasanya peyek berbahan dari kacang tanah, sekarang malah terbuat dari kepiting.

Soal rasanya, tidak diragukan lagi. Rasa pedas dan gurihnya cangkang kepiting serta lembutnya daging kepiting, membuat nafsu makan semakin bertambah. Enaknya lagi, goreng kepiting ini ditamburi kuah gulai dan ditambah sepiring nasi hangat.

Untuk menikmati goreng kepiting di Pariaman ini, harganya tergantung ukuran kepiting, mulai Rp4.000 – Rp5.000 per ekor. Cukup layak harga segitu, karena tidak perlu repot untuk memasak kepiting, dan di Pariaman ini tinggal disantap sepuas-puasnya.

Kuliner Goreng Udang

Berbicara goreng udang, mungkin saja berbagai daerah Nusantara ini telah melakukan berbagai kreasi. Tapi di wisata Pantai Gandoriah Pariaman ini, ada yang berbeda.

Setidaknya ada dua model goreng udang yang diolah, yakni goreng udang peyek dan goreng udang sate. Di antara kedua model goreng udang ini, ukuran udang pun berbeda. Untuk goreng udang peyek  berukuran kecil, dan goreng udang sate berukuran sedang.

Bumbu yang digunakannya itu hampir sama, perbedaannya itu hanya dari cara memasaknya. Karena intinya, kata Neti, mulai dari goreng sala lauak, goreng kepiting, dan goreng udang ini, mengedepankan rasa pedas, yang merupakan rasa khas masyarakat Minangkabau.

Soal harga, tergantung ukuran dari udang yang digoreng, mulai dari Rp4.000 hingga Rp5.000 per satu peyek dan satu tusuk sate udang.

Goreng sala lauak kuliner yang dapat dijumpai di lokasi wisata Pantai Gandoriah Pariaman, Sumatera Barat. Foto: M. Noli Hendra

Salah seorang pengunjung di Gandoriah Pariaman, Syahkila, mengatakan, cemilan yang ada di Gandoriah enak dan gurih, serta tidak bakalan mengecewakan. Harga yang terjangkau, serta masakan yang enak.

“Saya lebih suka sala luaknya, karena enak dan murah. Apalagi pas duduk di pantai, makan mie rebus, lalu dicampur dengan sala lauak,” kata pengunjung asal Kota Padang ini.

Dikatakannya, di Padang masih ada yang menjual sala lauak, namun soal rasa lebih enak di tempat asal sala lauak. Makanya setiap singgah di Pantai Gandoriah, sala lauak seakan menjadi cemilan wajib untuk dinikmati.

Lihat juga...