Jelang Imlek, Pedagang Bunga Peroleh Keuntungan Berlipat

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Sejumlah pedagang bunga segar di wilayah Teluk Betung, Bandar Lampung mendapat keuntungan berlipat jelang perayaan Imlek.

Astuti, salah satu pedagang bunga di Jalan Hasanudin, Pasar Kangkung, Teluk Betung Selatan menyebut bunga segar banyak diminta untuk hiasan rumah, pelengkap persembahyangan di gereja, vihara.

Sebagai pedagang sayuran Astuti menyebut memanfaatkan momen jelang Imlek untuk berjualan bunga. Jenis bunga yang dijual menurutnya dominan jenis mawar, sedap malam, lili serta aster, anggrek. Berbagai jenis bunga yang dijual menurutnya berasal dari wilayah Gisting, Lahat Sumatera Selatan dan Bogor,Jawa Barat. Ia memilih menjual bunga jelang Imlek untuk mendapat penghasilan tambahan.

Bunga segar yang dijual menurutnya dominan digunakan sebagai hiasan di dalam rumah. Sebab sebagian bunga segar yang dijual memiliki warna putih,merah,kuning dan merah muda. Selain memiliki warna yang cerah, berbagai jenis bunga tersebut memiliki aroma yang segar. Sebagai cara menjaga kesegaran bunga yang akan dijual, setiap tangkai bunga diletakkan dalam wadah berisi air.

“Sejumlah pedagang yang kerap berjual sayuran dan pedagang lain memilih beralih menjual bunga segar karena permintaan meningkat jelang Imlek untuk kebutuhan perseorangan dan tempat ibadah,” ungkap Astuti saat ditemui Cendana News di pasar Kangkung, Kamis (23/1/2020).

Astuti (kiri) pedagang bunga di Jalan Hasanudin Kecamatan Teluk Betung Selatan Bandar Lampung untuk persiapan Imlek 2571 yang akan jatuh pada Sabtu 25 Januari 2020, penjualan bunga segar meningkat pada Kamis, (23/1/2020). -Foto: Henk Widi

Peruntungan saat beralih menjadi penjual bunga segar menurutnya cukup lumayan. Sebab berjualan sejak pagi ia bisa menjual ratusan tangkai bunga segar. Bunga segar tersebut menurut Astuti dijual dengan harga mulai Rp4.000 hingga Rp5.000. Pembeli umumnya membeli bunga dalam jumlah yang banyak berbagai jenis dan warna untuk hiasan. Stok yang banyak menurutnya disimpan dalam lemari pendingin agar tetap segar.

Astuti menyebut omzet dari penjualan bunga segar ia bisa memperoleh ratusan ribu hingga jutaan. Sebab sejak tiga hari terakhir ia bisa menjual ratusan tangkai bunga segar yang banyak dibeli oleh warga beretnis Tionghoa. Ia menyebut wilayah Teluk Betung yang dominan ditinggali oleh masyarakat Tionghoa membuat permintaan bunga segar cukup banyak.

“Pembeli umumnya ada yang membeli dalam jumlah satuan sebagian dengan rangkaian berbagai jenis dan warna,” cetusnya.

Pedagang lain bernama Tusia menyebut bunga yang dominan banyak diminta adalah bunga sedap malam. Berbagai jenis bunga tersebut menurutnya selain berasal dari wilayah Jawa Barat juga berasal dari Malang Jawa Timur. Ia memperoleh bunga segar tersebut dari distributor untuk dijual kembali dengan keuntungan rata rata Rp3.000 hingga Rp5.000.

“Bunga segar yang bermacam jenis kami pajang dengan air segar di bawahnya agar tidak mudah layu,” beber Tusia.

Tusia,melayani pembeli bunga segar yang akan digunakan untuk perayaan Imlek di setiap rumah dan vihara, Kamis (23/1/2020). -Foto: Henk Widi

Tusia menyebut rata rata pembeli akan membeli hingga ratusan tangkai. Sejumlah bunga menurutnya dijual dalam rangkaian secara borongan mulai harga Rp35.000 hingga Rp50.000. Pembeli akan membeli sesuai kebutuhan mulai harga Rp100.000 hingga Rp300.000 perorang. Sebab sebagian membeli bunga segar untuk perlengkapan sembahyang di rumah saat perayaan Imlek.

Tusia mengaku selama penjualan bunga seperti tahun sebelumnya ia mendapat omzet sebesar Rp3juta. Omzet tersebut diperoleh dari proses penjualan bunga selama sepekan. Sebab ia akan menjual bunga hingga perayaan Imlek pada Sabtu 25 Januari mendatang. Sejumlah bunga segar menurutnya akan dijual lebih mahal mendekati Imlek. Hingga mendekati Imlek ia menyebut telah mendapat omzet sekitar Rp3,5juta.

Aliong, salah satu warga Teluk Betung menyebut membeli bunga sebanyak 10 tangkai. Bunga tersebut rata-rata dibeli dengan harga Rp5.000 pertangkai. Bunga segar menurutnya akan dipergunakan sebagai hiasan pada altar yang disediakan pada rumahnya. Sesuai dengan tradisi etnis Tionghoa ia menyebut bunga segar kerap digunakan untuk persembahyangan.

Bunga dengan aroma yang segar dan wangi menjadi simbol keceriaan dan kegembiraan. Sebab saat pergantian tahun baru Imlek harapan bagi  kondisi yang lebih baik disimbolkan dengan bunga segar. Kebutuhan bunga segar menurutnya sebagian diperuntukan bagi keperluan persembahyangan. Sebab meski Imlek menjadi tradisi budaya sebagian warga memeluk agama Budha, Konghucu dan Kristiani.

Lihat juga...