Jumlah Penumpang KA di Sumbar, Meningkat

Editor: Koko Triarko

PADANG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumatra Barat, mencatat sepanjang 2019 masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api sebanyak 1.547.598 orang, meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Humas Divre II Sumatra Barat, M. Reza Fahlepi, menjelaskan total penumpang kereta api yang mencapai angka 1,5 juta lebih itu, dengan rincian KA Sibinuang 1.285.378 penumpang, KA Lembah Anai 66.688 penumpang, dan KA Minangkabau Ekspres 195.532 penumpang.

Banyaknya masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api pada 2019, didorong dengan peningkatan jumlah penumpang pada momen liburan Natal dan Tahun Baru 2019 yang mencapai 107.306 penumpang. Jumlah itu terbagi atas KA Sibinuang 80.263 penumpang, KA Lembah Anai 7.390 penumpang, dan KA Minangkabau Ekspres  19.220 penumpang.

Kepala Humas Divre II Sumatra Barat, M. Reza Fahlepi, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (2/1/2020)/ Foto: M. Noli Hendra

“Jadi, memang untuk KA Sibinuang paling banyak mengangkut penumpang, karena rutenya menuju lokasi wisata Pantai Gandoriah Pariaman, yang berada dekat dari Stasiun Pariaman,” katanya, Kamis (2/1/2020).

Ia menyebutkan, penumpang kereta api yang beroperasi di Divre II Sumatra Barat, pada umumnya untuk berwisata. Hal ini terlihat pada momen akhir pekan dan liburan sekolah, terjadi lonjakan penumpang hingga 100 persen lebih. Berbeda dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia, kereta api menjadi transportasi alternatif bagi masyarakat.

Reza mengatakan, lonjakan penumpang kerata api juga terlihat pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pada masa angkutan Nataru tahun 2018, PT KAI Divre II menyediakan 6.048 tempat duduk per hari.

Sementara di 2019, terjadi peningkatan jumlah penumpang, 13 persen lebih banyak, atau dengan jumlah menjadi 6.860 tempat duduk. Dengan rincian, 468 tempat duduk untuk KA Lembah Anai relasi Kayutanam – BIM (PP), 2.400 tempat duduk KA Minangkabau Ekspres relasi Padang – BIM (PP), dan 3.992 tempat duduk untuk KA Sibinuang relasi Naras – Padang (PP).

“Ketiga kereta api ini masih menjadi favorit masyarakat, karena selain harga terjangkau, penumpang merasa nyaman menikmati fasilitas yang telah tersedia, baik di stasiun maupun di atas KA, di antaranya semua KA dilengkapi dengan AC, tidak ada penumpang yang merokok di dalam kereta,” sebutnya.

Dikatakan, banyak sisi yang dirasakan oleh masyarakat untuk menggunakan transportasi kereta api, selain nyaman, ada juga kemudahan dalam membeli tiket. Caranya dengan melakukan pemesanan 7 hari sebelum jadwal keberangkatan (H-7), baik di stasiun, di aplikasi KAI Access atau di channel penjualan tiket lainnya, maupun go show 3 jam sebelum keberangkatan, yang bisa dibeli di loket stasiun.

“Kita tidak memberlakukan kenaikan harga tiket KA di wilayah Divre II Sumatra Barat ini, karena tetap mengacu skema PSO dari pemerintah untuk KA Sibinuang relasi Naras – Padang,” ucapnya.

Reza menyebut di tiga hari terakhir, masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2019/2020 di wilayah Divre II secara kumulatif terjadi kenaikan volume angkutan penumpang sebesar 106,2 persen, yakni sebanyak 107.306 penumpang dibanding angkutan Nataru 2018, yaitu dari 84.624 penumpang.

“Kami optimis, hingga akhir masa angkutan Nataru 2019/2019 yakni 5 Januari 2020, akan tetap terjadi kenaikan jumlah penumpang secara signifikan,” ungkapnya.

Sementara guna memberikan rasa nyaman dan aman mulai dari awal masa posko angkutan Nataru 2019/2020 hingga akhir, PT KAI Divre II menerjunkan 182 personel keamanan gabungan dari Personel POM TNI, Brimob, Polsuska dan Security/Satpam.

Personel keamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, maupun secara mobile melakukan patroli di jalur KA dan obyek-obyek penting lainnya, seperti dipo lokomotif dan kereta.

Sedangkan, untuk mengantisipasi datangnya musim hujan yang bertepatan dengan masa Angkutan Nataru 2019/2020, KAI Divre II menyiapkan 26 petugas penilik jalan (PPJ), 59 penjaga jalan lintas (PJL), dan 12 PJL ekstra perlintasan rawan kecelakaan perlintasan sebidang.

“Total 97 petugas disiagakan untuk mengamankan perjalanan KA serta penempatan Alat Material untuk Siaga (AMUS) di sekitar lintas Divre II, guna mengatasi bila terjadi rintang jalan atau peristiwa luar biasa (PLH) yang menghambat perjalanan KA,” jelasnya.

PT KAI  Divre II juga mengimbau kepada calon penumpang untuk memastikan kembali nama dan ID tanda pengenal harus sesuai dengan yang bepergian. Serta cek kembali hari serta tanggal keberangkatan KA yang dipilih.

Penumpang juga diimbau untuk tidak memakai perhiasan yang mencolok. Hal ini perlu dilakukan untuk memberikan rasa aman selama perjalanan, serta menghimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan, untuk tetap mematuhi peraturan dan rambu-rambu di pelintasan sebidang sesuai dengan UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, dan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), yang menyebutkan bahwa perjalanan KA mendapat prioritas di jalur yang bersinggungan dengan jalan raya.

“Jadi dengan kerja sama yang baik dan saling mendukung antara PT KAI dan masyarakat, perjalanan kereta api yang aman, lancar, terkendali dan zero accident pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2019/2020 di wilayah Divre II dapat terwujud,” ucap Reza.

Salah seorang penumpang KA Sibinuang Padang – Pariaman, Sakila, menyatakan, sangat senang menikmati liburan sekolah menggunakan kereta api. Sebab, dengan menggunakan kereta api, tiket murah, tidak kena macet, dan tentunya di dalam kereta api terasa nyaman, karena ada AC.

“Tiketnya cuma lima ribu rupiah untuk satu kali keberangkatan. Padahal, Padang ke Pariaman jauh. Intinya, asyiklah pergi liburan dengan kereta api,” sebutnya.

Sakila mengaku, meskipun tiket kereta api yang diperolehnya sering mendapatkan tiket berdiri, tapi cukup banyak penumpang yang ramah, sehingga ada yang mempersilakannya untuk duduk, meskipun terasa sempit.

Lihat juga...