‘Kampung IDI Rumah Kita’ di Sumbar Harus Beri Manfaat

Editor: Makmun Hidayat

PESISIR SELATAN — Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, mengharapkan kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) agar program Kampung IDI Rumah Kita benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. Terutama untuk daerah-daerah yang masih membutuhkan layanan kesehatan. 

Menurutnya, di Sumatera Barat masih terdapat daerah-daerah yang layanan kesehatannya belum begitu memadai. Hal ini memang tidak dapat dipungkiri bahwa sarana dan prasarana serta dokter yang belum cukup.

Untuk itu, dengan hadirnya program Kampung IDI Rumah Kita dapat membangun masyarakat yang masih membutuhkan pelayanan kesehatan yang lebih baik. IDI yang memiliki banyak dokter, juga diharapkan dapat turun ke hingga ke desa-desa.

“Di Sumatera Barat Kampung IDI Rumah Kita sudah ada desa binaannya yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai. Bahkan Mentawai itu menjadi daerah percontohan bagi IDI di berbagai wilayah di Indonesia,” katanya, saat melakukan pertemuan dengan IDI Sumatera Barat, di Kabupaten Pesisir Selatan, Minggu (19/1/2020).

Ia melihat profesi dokter tidak hanya untuk kesehatan masyarakat. Tapi juga telah memberikan sumbangsih dalam pembangunan nasional. Hal ini dikarenakan dokter merupakan profesi yang berjasa di bidang kesehatan, karena turut bertanggung jawab terwujudnya derajat kesehatan yang optimal di seluruh Indonesia, begitu juga di Sumatera Barat.

Irwan Prayitno berharap IDI bisa bekerjasama dengan pemerintah dalam menyehatkan masyarakat, agar pelayanan dan penanganan kesehatan masyarakat dapat terlayani dengan baik.

“Pada zaman sekarang ini teknologi sudah maju berkembang sangat pesat dalam penyebarluasan informasi dengan teknologi 4.0. Hal ini dapat dimanfaatkan sebagai proses dalam penyembuhan pasien,” jelasnya.

Dengan demikian, para dokter dan seluruh pihak yang terlibat dalam bidang kesehatan bisa memanfaatkan teknologi dengan optimal. Karena memang tidak dapat dipingkuri bahwa perkembangan ilmu kedokteran saat ini sudah semakin berkembang ditambah lagi dengan inovasi-inovasi baru setiap tahunnya.

“Saya ada lihat seperti alat-alat kesehatan yang banyak menggunakan sistem digital, bahkan ada pemakaian robot. Hal semacam ini yang kita harapkan, agar pelayanan dan pengobatan bisa lebih baik,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Gubernur  menyampaikan optimalisasi peran IDI Sumatera Barat sangat diharapkan dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan nasional. Artinya berbagai pihak harus menjadi role model untuk menjadi layanan kesehatan di daerah lainnya.

“Patut diapresiasi Kampung IDI ini karena menjadi tempat konsultasi bagi masyarakat dibidang kesehatan. Sehingga menjadi semangat di IDI wilayah lain untuk membua program yang sama,” tuturnya.

Menurutnya, apalagi pada 4 Februari mendatang, yang merupakan hari kanker, di momen itu IDI diharapkan bisa berbuat dengan menyosialisasikan bahaya dan akibat penyakit kanker. Serta di Kampung IDI Rumah Kita, juga dapat menjadi salah tempat untuk menyosialisasikan itu.

“Hari kanker sedunia menjadi momentum upaya menekan dan menurunkan angka kesakitan dan angka kematian. IDI bisa kembali menyampaikan ke masyarakat, tentang hal yang berkaitan dengan kanker,” tegasnya.

Untuk itu, Irwan menyatakan perlu dilakukan langkah-langkah terbaik dengan melibatkan Pemerintah Sumatera Barat, agar para dokter untuk lebih memahami kebijakan dan program pemerintah dalam pembangunan kesehatan. Selain itu, para dokter juga perlu lebih mengupayakan pendekatan promotif preventif terhadap penyelesaian masalah kesehatan di komunitas.

“Namun perlu saya ingatkan, apapun teknologi yang kelak akan dipilih untuk menggiatkan pelayanan kesehatan, tetap harus berpegang teguh pada prinsip kemanusiaan,” tegasnya.

Di kesempatan itu, Presiden Elect Pengurus Besar IDI Pusat, Dr. Moh Adib Khumaidi, SpOT, mengatakan, daerah Sumatera Barat merupakan daerah yang terbilang berhasil menjadi role model yang kemudian dikloning untuk menjadi layanan kesehatan di daerah lainnya. Artinya, hal ini meriam peranan dari IDI Sumatera Barat yang benar-benar nyata adanya.

“Patut diapresiasi kepada IDI Sumatera Barat karena ada desa binaan untuk membangun komunitas antar desa di Mentawai,” sebutnya.

Menurutnya untuk program desa binaan dapat diterapkan ke cakupan yang lebih luas nantinya. Degan harapan program desa binaan ini menjadi mini lanscape nya sebuah daerah yang besar, yang harapannya bisa menjadi lebih besar penerapan nantinya. (Ant)

Lihat juga...