Kasus ‘Stunting’ di Banyumas Capai 16.581 Anak

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Hingga akhir tahun 2019 lalu, jumlah kasus stunting yaitu anak yang menderita gizi buruk hingga berpengaruh terhadap pertumbuhan badannya mencapai 16.581 kasus. Tak hanya di daerah pinggiran, kasus stunting juga ditemukan di wilayah perkotaan.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, di wilayah Kota Purwokerto juga ditemukan kasus stunting. Antara lain di Kecamatan Purwokerto Timur ada 375 kasus, Purwokerto Barat ada 389 kasus, Purwokerto Utara ada 261 kasus dan di Kecamatan Purwokerto Selatan ada 17 anak yang terkena stunting.

Stunting merata, di perkotaan juga ditemukan kasus stunting, sehingga berbagai upaya pencegahan terus kita lakukan,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas, Sadiyanto, Jumat (17/1/2020).

Upaya penanganan dan pencegahan stunting ini, lanjut Sadiyanto, dilakukan mulai dari kalangan ibu hamil, balita hingga remaja.

Untuk kalangan ibu hamil misalnya, Dinkes mempunyai program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada ibu hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK), pemberian tablet tambah darah dan asam folat, pemberian vitamin A untuk ibu yang masuk masa nifas, screening gangguan akibat kekurangan imodium dan lain-lain.

“Secara berkala, kita juga melakukan pelacakan ibu hamil KEK serta melakukan pemantauan konseling pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dan mengadakan kelas ibu hamil,” terangnya.

Sementara terhadap para balita, Dinkes Banyumas juga memberikan PMT kepada balita yang kurus dan kurang gizi. Selain itu juga diberikan kapsul vitamin A, obat cacing, imunisasi dasar lengkap serta pemantauan status gizi.

Untuk usia yang sudah remaja, pencegahan juga dilakukan. Yaitu dengan pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri setiap satu minggu sekali, kampanye gizi kepada remaja serta pemanfaatan pelayanan kesehatan peduli remaja di puskesmas-puskesmas.

“Untuk program pencegahan kepada remaja ini, kita bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas.” kata Sadiyanto.

Komitmen tinggi terhadap pencegahan stunting juga dilakukan bupati Banyumas. Setidaknya ada beberapa peraturan daerah (perda) maupun surat keputusan bupati yang dikeluarkan terkait pencegahan stunting.

Seperti Perda nomor 41 trahun 2014 tentang Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir, Bayi dan Anak Balita (KIBBLA), Perda nomor 25 tahun 2015 tentang pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, serta surat keputusan bupati nomor 440/638 tahun 2018 tentang pembentukan tim khusus pencegahan dan penanganan stunting.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, kepada para calon pengantin, pemkab juga memberikan penyuluhan kesehatan sebagai bekal mereka.

“Para camat serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga kita berikan advokasi tentang pencegahan dan penanganan stunting, semua lini sebisa mungkin kita sentuh,” kata Bupati.

Lihat juga...