KM Ebeneser Patah As di Perairan, Penumpang Terselamatkan

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere atau SAR Maumere Selasa (14/1/2020) menerima laporan adanya sebuah kecelakaan Kapal KM Ebeneser yang mengalami patah as kemudi di antara perairan Pulau Pantar dan Pulau Treweng.

Pada Pukul 10.00 WITA kapal motor yang mengangkut 42 penumpang dan berlayar dengan tujuan  Tamakh Pantar Timur dari Pelabuhan Kalabahi Kabupaten Alor, NTT mengalami kendala.

“Kami menerima laporan dari Ibu Wati salah satu penumpang yang berada di KM Ebeneser pukul 12.10 WITA,” kata Kepala Kantor SAR Maumere, Flores, I Putu Sudayana, SE, MAP, Selasa (14/1/2020).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere I Puti Sudayana, SE, MAP, saat ditemui Selasa (14/1/2020). -Foto : Ebed de Rosary

Dikatakan Putu, setelah menerima laporan, 15 menit kemudian, anggota tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Alor 3 orang, Pos AL 1 orang, Polairud 2 personel, 2 staf KP3L Alor serta 3 staf KSOP Alor diberangkatkan dengan menggunakan 1 unit RIB 500 PK.

Saat tim SAR gabungan sedang dalam perjalanan menuju lokasi, sebutnya, pukul 12.45 WITA tim menghubungi Ibu Wati dan mendapatkan informasi Kapal PM. Ebeneser sudah tiba di Pelabuhan Warsalelang Pantar Timur.

“Kapal tersebut ditarik oleh kapal nelayan dengan seluruh penumpang dalam keadaan selamat. Namun kapal belum bisa sandar dengan aman dikarenakan gelombang air pasang yang tinggi,” ungkapnya.

Pada Pukul 13.10 WITA, jelas Putu, tim SAR gabungan sampai ke lokasi kejadian dan langsung melakukan proses evakuasi terhadap seluruh penumpang ke RIB 500 PK dan dibawa ke Pelabuhan Warsalelang.

Setelah proses evakuasi selesai dilakukan pendataan terhadap seluruh penumpang dimana sesuai data awal dilaporkan jumlah penumpang di kapal motor penyeberangan antarpulau ini berjumlah 40 orang.

“Setelah didata ternyata jumlah penumpang sebanyak 36 orang ditambah 1 orang nahkoda dan 5 orang anak buah kapal sehingga totalnya menjadi 42 orang ,” jelasnya

Putu katakan, kendala yang dihadapi saat operasi SAR yakni adanya gelombang tinggi yang mencapai 2 meter, sehingga demi keamanan kecepatan RIB 500 PK Alor menyesuaikan dengan tinggi gelombang.

Kendala lainnya sebut dia, tidak adanya jaringan sinyal telepon seluler di lokasi kejadian sehingga komunikasi sulit dilakukan dengan penumpang kapal KM Ebenheser.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada tim SAR gabungan terutama potensi SAR yang telah membantu yakni Pos AL Alor, Polairud , KP3L, KSOP Alor  serta masyarakat nelayan di lokasi kejadian sehinga proses evakuasi berjalan dengan lancar dan aman,” ungkapnya.

Adi Laksmena, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Maumere mengatakan, tinggi gelombang 1,25 meter sampai 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan Sape bagian selatan, Sumba bagian barat, laut Sawu samudera Hindia selatan Kupang hingga Rote serta perairan Kupang dan Rote.

Selain itu gelombang dengan ketinggian 2,5 meter hingga 3 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia selatan serta perairan Sumba dan Sabu sehingga sangat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

“Untuk itu kami mengimbau kepada pemilik kapal nelayan dan kapal penumpang agar selalu memperhatikan peringatan dini gelombang tinggi agar bisa terhindar dari kecelakaan selama berlayar,” harapnya.

Lihat juga...