Korban Meninggal Akibat Corona di Cina, Bertambah

BEIJING – Jumlah korban tewas di Cina akibat wabah virus corona jenis baru yang menyerang paru-paru, bertambah menjadi 52 orang hingga Minggu (26/1) pagi, dan tiga dokter Beijing dinyatakan positif sepulang dari Wuhan, Provinsi Hubei, sebagai daerah pertama ditemukannya kasus itu.

Berbagai sumber yang dihimpun, menyebutkan, bahwa secara keseluruhan wabah virus tersebut berjumlah 1.287 kasus, baik yang positif maupun yang terduga, di seluruh wilayah daratan Tiongkok.

Dari jumlah itu, 549 kasus di antaranya berasal dari Provinsi Hubei, dan 85 orang dinyatakan negatif dan telah diizinkan meninggalkan ke rumah sakit.

Sementara itu, di Beijing terdapat 10 kasus baru, termasuk tiga orang dokter, sehingga sampai saat ini totalnya 51 kasus.

Dari tiga dokter asal Beijing yang mengidap virus 2019-nCoV itu, dua di antaranya telah melakukan perjalanan ke Wuhan, sedangkan satunya lagi sempat duduk bersama dengan seorang pengidap dalam salah satu rapat di Wuhan, sebagaimana laporan CGTN, stasiun televisi resmi pemerintah Cina.

Sementara itu, mulai Minggu, Dinas Lalu Lintas Jalan Raya Kota Beijing menutup semua akses kendaraan penumpang dan barang antarprovinsi.

Salah satu perusahaan bus antarprovinsi dari Bandar Udara Internasional Daxing, Beijing, telah menghentikan layanan ke luar provinsi sejak Sabtu (25/1).

Sejak Jumat (25/1), petugas kesehatan dibantu aparat kepolisian mendatangi setiap rumah atau apartemen di Beijing, untuk memastikan tidak ada warga dari Wuhan atau baru saja bepergian dari Wuhan.

Sampai saat ini, Distrik Dongcheng masih nihil dari kasus wabah virus yang ditularkan oleh ular dan kelelawar di Pasar Huanan, Wuhan, Provinsi Hubei itu. Jarak Beijing-Wuhan sekitar 1.500 kilometer.

Sebanyak 150 petugas medis dari Army Medical University diterbangkan dari Kota Chongqing menuju Wuhan, untuk membantu penangangan wabah mematikan itu pada, Kamis (24/1), atau H-1 Tahun Baru Imlek di Cina. (Ant)

Lihat juga...