Kotawaringin Timur Normalisasi Sungai di Sampit

Bupati Kotim, Supian Hadi, menceburkan diri ikut membersihkan sungai di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (Foto Ant)

SAMPIT – Pemkab Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah mengoptimalkan upaya normalisasi sungai-sungai kecil di Kota Sampit. Hal itu untuk menghindarkan kota tersebut dari banjir.

“Kalau memang sudah mengganggu, kita akan bongkar bangunan yang menghambat arus sungai atau saluran. Ini pasti akan menimbulkan pertentangan, tapi ini demi kepentingan masyarakat luas. Kalau terjadi banjir, nanti yang disalahkan adalah bupati,” kata Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Supian Hadi, saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Baamang di Sampit, Rabu (15/1/2020).

Sampit memiliki banyak sungai kecil, yang keberadaanya tersebar di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang. Dulunya sungai-sungai kecil tersebut cukup lebar, sehingga arus airnya sangat lancar. Namun sekarang menjadi sempit, salah satunya karena warga mendirikan bangunan di atas sungai-sungai tersebut.

Kondisi ini bisa memicu terjadinya banjir, karena badan sungai makin sempit, sehingga arus air menjadi tidak lancar. Arus terhalang tiang bangunan, yang terkadang ikut menyumbat sampah. Jika terus dibiarkan, kondisinya dikhawatirkan semakin parah, dan fungsi sungai menyalurkan air ke sungai besar yaitu Sungai Mentaya menjadi tidak maksimal.

Camat dan lurah di dua kecamatan ini diminta tegas melarang warga mendirikan bangunan di atas sungai. Jika dibiarkan, dikhawatirkan akan semakin banyak bangunan yang berdiri di atas sungai. Camat dan lurah juga diminta segera mensosialisasikan kepada masyarakat, terkait optimalisasi normalisasi sungai yang akan dilakukan pemerintah daerah di 2021.

Harapannya masyarakat bisa memahami jika nantinya pemerintah daerah harus mengambil tindakan tegas, menertibkan dan merobohkan bangunan yang berdiri di atas sungai. “Seperti di Kecamatan Baamang, ada Sungai Garuda, Sungai H Amin, Sungai Pamuatan, Sungai Baamang dan lainnya. Saya ingat sungai-sungai itu dulunya lebar ada yang sampai enam meter, tapi sekarang terus menyempit. Ini yang harus kita kembalikan pada kondisi semula,” tegas Supian.

Supian juga mengimbau, masyarakat dan semua pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir. Saat ini, intensitas dan curah hujan terus meningkat. Camat Baamang dan Mentawa Baru Ketapang diminta menggerakkan masyarakat untuk meningkatkan gotong-royong membersihkan lingkungan. Drainase harus dibersihkan, agar saluran air tidak tersumbat sehingga tidak sampai terjadi banjir. “Belum lama ini saat hujan, saya memantau genangan di dekat sebuah gudang di Baamang ini. Ternyata setelah diperiksa, saluran airnya tersumbat sampah makanya air meluber. Hal seperti yang harus menjadi perhatian dan kepedulian kita bersama,” tandas Supian. (Ant)

Lihat juga...