KP2C Usulkan Tanggul Permanen Sungai di Bekasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) memberikan empat rekomendasi kepada pemerintah pusat dan daerah dalam rangka mengatasi bencana banjir yang kerap terjadi di aliran sungai Cileungsi dan Kali Bekasi.

Rekomendasi tersebut lebih spesifik sesuai data terbaru hasil pemantauan titik yang perlu dibenahi jika pemerintah serius  melakukan normalisasi tiga sungai meliputi Sungai Cileungsi, Sungai Cikeas dan Kali Bekasi, di Jawa Barat.

“Sebenarnya, ini usulan lama tapi dulu sifatnya masih umum sekarang KP2C membuat usulan lebih spesifik,” ungkap Puarman, Ketua KP2C, kepada Cendana News, Jumat (17/1/2020).

Puarman, Ketua KP2C, yang selama ini fokus soal penanggulangan Kali Bekasi, Sungai Cileungsi dan Cikeas, saat ditemui Cendana News di sekretariat KP2C, Jumat (17/1/2020) – Foto: Muhammad Amin

Usulan KP2C meliputi pembuatan tanggul permanen secara parsial telah direkomendasi dengan total panjang mencapai 31,87 kilometer berlokasi di sepanjang tiga sungai yang melintasi Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi.

Hal tersebut seperti di bantaran Sungai Cileungsi dari Pertemuan Cileungsi Cikeas (P2C) hingga Vila Nusa Indah 5 wilayah Kabupaten Bogor tanggul permanen yang diusulkan sepanjang 7.7 KM.

Begitupun di wilayah Kota Bekasi yang berada di bantaran sungai Cikeas  hingga Bendung Koja wilayah Kota Bekasi sepanjang 4.5 km.

Sementara bantaran sungai Cikeas dari Vila Nusa Indah 3 hingga Bendung Koja wilayah Kabupaten Bogor KP2C mengusulkan sepanjang 5.17 KM.

“Dalam usulan yang sudah disampaikan tersebut semua dirinci mulai dari batas dan bentuk tanggul permanen yang harus dibangun,” tegas Puarman.

Menurutnya, tanggul permanen yang dimaksud adalah tanggul yang dibangun menggunakan tiang pancang. Puarman mencontohkan seperti tanggul di wilayah yang ada di Banjir Kanal Timur.

“Tanggul yang ada sekarang ringkih, tidak mampu menahan air jika terjadi  hujan tinggi dari hulu,” tegas Puarman.

Tidak hanya tanggul permanen KP2C juga mengusulkan pembuatan waduk dengan merinci lokasi  di Desa Dayuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Tiga sungai yang ada sekarang imbuhnya harus dilakukan normalisasi karena sudah dangkal. Hal tersebut juga diakui oleh Wali Kota Bekasi untuk Sungai Bekasi terakhir dinormalisasi pada tahun 1975.

Puarman mengakui bahwa usulan tanggul permanen yang direkomendasikan tersebut sudah direspon oleh BWCC, dan sudah diserahkan ke Presiden RI Joko Widodo melalui dua staf khususnya, beberapa waktu lalu.

Lihat juga...