Kurangi Pencemaran, Banyumas Berlakukan CFN Sebulan Sekali

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Dalam upaya mengurangi tingkat pencemaran udara, Pemkab Banyumas memberlakukan Car Free Night (CFN) sebulan sekali. Dua lokasi yang menjadi pilihan pemberlakuan CFN yaitu di kawasan pusat kota, Alun-alun Purwokerto dan di pusat keramaian kawasan Andhang Pangrenan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie mengatakan, pada awalnya ada lima alternatif lokasi CFN.

Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie di kantornya, Selasa (21/1/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Lima lokasi alternatif tersebut yaitu Alun-alun Purwokerto dari mulai simpang tiga Sawangan hingga Jalan Slamet Riyadi, kemudian Balai Kemambang dari mulai simpang empat Jalan Karang Kobar sampai dengan simpang tiga Karang Kobar, Andhang Pangrenan dari mulai bundaran sampai simpang empat Karangklesem, Jalan S Parman dari mulai depan Rajawali hingga simpang tiga Stadion Mini dan kompleks tugu Pancasila dari mulai simpang tiga tugu sampai dengan simpang empat SMKN 2 Purwokerto.

“Setelah dilakukan rapat lintas dinas, pada akhirnya disepakati dua lokasi saja, yaitu di Alun-alun Purwokerto dan di depan Andhang Pangrenan. Sebab, dua lokasi tersebut paling padat arus lalu-lintasnya,” kata Agus Nur Hadie, Selasa (21/1/2020).

Lebih lanjut Agus menjelaskan, di sekitar lokasi CFN, harus disediakan jalan alternatif serta kantong parkir kendaraan. Dan untuk pemberlakuan CFN di kawasan Alun-alun Purwokerto yang dimulai dari penutupan jalan simpang tiga Sawangan hingga simpang tiga Jalan Slamet Riyadi timur, kantong parkir disediakan mulai dari pusat kuliner Pratista Hasta, Jalan Masjid dan simpang tiga Jalan Ragasemangsang.

Sementara untuk CFN di depan Andhang Pangrenan yang penutupan jalan dimulai dari bundaran Andhang Pangrenan hingga simpang empat Karangklesem, kantong parkir disediakan mulai dari sepanjang Jalan KH. Wahid Hasyim untuk pengunjung dari arah timur, kemudian sepanjang Jalan Prof M Yamin untuk pengunjung dari arah selatan.

“Untuk jalan alternatif, ada disekitar lokasi kantong parkir yang merupakan jalan tembus,” terang Agus Nur Hadie.

Pembahasan pemberlakuan CFN ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Banyumas, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Dinporabudpar), Bagian Hukum dan lainnya. Selain itu juga melibatkan Satlantas Polresta Banyumas serta dari kalangan akademisi.

“Tujuan utama dari CFN ini adalah untuk mengurangi emisi gas buang, terutama di ruang-ruang publik. Dan selanjutnya bisa dijadikan lokasi wisata serta sarana hiburan bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Menanggapi pemberlakuan CFN ini, salah satu warga Purwokerto, Robin mengatakan sangat mendukung, terutama di daerah Alun-Alun Purwokerto. Menurutnya, saat malam minggu lalu-lintas di lokasi tersebut sering macet panjang, padahal di sisi lain banyak masyarakat yang berkumpul di alun-alun.

“Kalau malam minggu diberlakukan CFN di alun-alun, pasti suasananya lebih nyaman, tidak macet dan warga Purwokerto yang berkumpul di alun-alun bisa lebih nyaman karena tidak terganggu polusi udara dari kendaraan,” pungkasnya.

Lihat juga...