Kurangi Peredaran Rokok-MMEA Ilegal, Bea Cukai Perketat Pengawasan

Editor: Makmun Hidayat

MALANG — Kepala Kantor Kilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Jawa Timur II, Oentarto Wibowo, menegaskan pihaknya bersama KPPBC tipe Madya Cukai Malang akan semakin memperketat pengawasan terkait peredaran yang memerlukan pengawasan penuh khususnya Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) dan rokok.

“Pada tahun 2019 kecenderungan memang ada peningkatan baik itu dari sisi jumlah operasinya meningkat dan jumlah hasil penindakannya. Tetapi tentunya kami berharap semakin lama masyarakat bisa semakin taat terhadap aturan dan kami tidak berharap menangkap terlalu banyak pelaku pelanggaran,” ujarnya saat menghadiri konferensi pers Bea Cukai Malang, di salah satu hotel di Malang, Kamis (23/1/2020).

Kakanwil DJBC Jatim II, Oentarto Wibowo bersama KPPBC tipe Madya Cukai Malang, Latif Helmi, memberikan keterangan pers di salah satu hotel di Malang, Kamis (23/1/2020). -Foto: Agus Nurchaliq

Dikatakan Wibowo, tugas bea cukai antara lain adalah perlindungan masyarakat dan juga termasuk penerimaan negara. Khusus untuk Hasil Tembakau (HT) atau rokok ilegal mengikuti dua dimensi yakni perlindungan masyarakat dan kemudian yang kedua adalah penerimaan negara.

Menurutnya, tentu tidak adil bagi para pengguna jasa dalam hal ini pabrik rokok yang dia sudah mengikuti aturan dengan membayar cukai dan membayar PPN hasil tembakau sesuai dengan ketentuan. Tapi di lain pihak justru ada sebagian pihak yang tidak mengindahkan aturan tersebut.

“Dalam kesempatan ini kami menegaskan komitmen dukungan dari aparat penegak hukum terkait di wilayah Malang raya dan juga dari para pemerintah daerah.  Karena ada sebagian nanti dari cukai dan PPN hasil tembakau akan kembali lagi ke daerah setempat berupa dana bagi hasil cukai tembakau yang jumlahnya cukup besar,” sebutnya.

Dia menandaskan, dari dana bagi hasil tersebut nantinya bisa digunakan oleh pemerintah daerah untuk dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu kesehatan ataupun untuk membina UKM.

Lebih lanjut Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) tipe Madya Cukai Malang, Latif Helmi, menyebutkan, sepanjang tahun 2019 kantor Bea Cukai Malang telah melakukan serangkaian penindakan di bidang Kepabeanan dan Cukai di wilayah Malang Raya berupa 267 Surat Bukti Penindakan (SBP).

“181 SPB barang kiriman POS, 55 SPB terhadap Barang Kena Cukai (BKC) hasil tembakau, 28 SPB terhadap BKC MMEA, dan 3 SPB terhadap Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL), ” terangnya.

Barang hasil penindakan yang akan dimusnahkan, di salah satu hotel di Malang, Kamis (23/1/2020). -Foto: Agus Nurchaliq

Kemudian selama kurun waktu 2019, Bea Cukai Malang juga telah melakukan pencegahan penindakan sebanyak 10.063.940 batang hasil tembakau,182 botol vape, 5.755 botol MMEA dan 4.940.000 gram tembakau iris dengan potensi kerugian negara yang bisa diselamatkan sebanyak 4.809.890.898 rupiah.

“Sedangkan pada akhir bulan Januari 2020 ini, KPPBC tipe Madya Cukai Malang akan memusnahkan barang hasil penindakan berupa 182 ribu batang hasil tembakau dalam bentuk batangan, 47.678 bungkus hasil tembakau dalam bentuk bungkus, 2.026 botol MMEA, serta barang kirimam pos berupa sex toys dan anak panah berjumlah 56 item barang,” sebutnya.

Dia menambahkan, total perkiraan kerugian yang dialami negara mencapai 431.802.800 rupiah.

Bea Cukai Malang ke depan akan terus meningkatkan kegiatan pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat serta meningkatkan kerja sama yang baik dengan instansi penegak hukum lainnya, termasuk dengan pemerintah daerah.

Lihat juga...