Laboratorium Teknik Sipil UBH Padang Direvitalisasi, Target Capai Prestasi

Editor: Makmun Hidayat

PADANG — Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil, Universitas Bung Hatta (UBH) Padang, Sumatera Barat, diminta mampu mengotimalkan sarana dan prasarana Laboratorium Mekanika Tanah dan Laboratorium Material dan Struktur, pascabangunan  kedua laboratorium itu direvitalisasi.

Pejabat sementara Rektor UBH Padang, Hendra Suherman, mengatakan, dulu kondisi Laboratorium Mekanika Tanah dan Laboratorium Material dan Struktur itu terbilang kurang mendukung aktivitas praktikum mahasiswa Teknik Sipil, sehingga para mahasiswa pun tidak merasakan dan mengetahui sepenuhnya tentang keilmuan yang dipelajarinya. Kini setelah setelah direvitalisasi sangat representatif untuk melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas.

“Dengan adanya kondisi laboratorium yang sudah memadai ini, tentu kedepannya hal yang perlu dicapai ialah prestasi, mengingat cukup banyak kompetisi untuk mahasiswa teknik sipil, terutama terkait beton,” katanya, Kamis (23/1/2020).

Pejabat Sementara Rektor Universitas Bung Hatta Padang, Hendra Suherman ketika diwawancarai awak media di Padang Usai menerima serah terima revitalisasi laboratorium yang dimiliki Teknik Sipil UBH Padang, Kamis (23/1/2020). -Foto: M. Noli Hendra

Ia menyebutkan laboratorium yang ada kini, seiring waktu berjalan kepada para mahasiswa diharapkan untuk dapat mengoptimalkan sarana dan prasarana yang kini di laboratorium tersebut. Apalagi kini dengan adanya konsen pemerintah dalam pembangunan yang peduli akan dampak lingkungan, maka para mahasiswa dapat melahirkan bermacam inovasi.

“Saya baru tahu ternyata jika sampah plastik itu dicampur ke dalam aspal, ternyata dapat menambah daya tahan dari aspal itu. Nah inovasi-inovasi seperti ini yang harus dilakukan oleh para mahasiswa Teknik Sipil UBH Padang kedepannya, seiring adanya kondisi labortorium yang terbilang sangat memadai tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, melihat kondisi Laboratorium Mekanika Tanah dan Laboratorium Material dan Struktur yang sudah sangat memadai, rencananya tidak hanya menjadi tempat praktikum para mahasiswa dalam melahirkan inovasi-inovasi sehubungan beton dan aspal. Tapi, juga nantinya diharapkan keberadaan laboratorium itu, juga dapat berkontribusi bagi daerah khususnya di Sumatera Barat.

“Sekarang itu teknologi terus berkembang, nah di Laboratorium Mekanika Tanah dan Laboratorium Material dan Struktur hal itu akan menjadi tugas para mahasiswa Teknik Sipil, bagaimana memanfaatkan teknologi untuk perkembangan beton dan aspal,” sebutnya.

Apalagi di Sumatera Barat yang merupakan daerah rawan gempa dan memiliki potensi gempa megathurst, keberadaan Laboratorium Mekanika Tanah dan Laboratorium Material dan Struktur juga bisa menghadirkan inovasi bangunan yang ramah gempa. Untuk itu, Hendra berharap betul kepada mahasiswanya untuk bisa semaksimal mungkin mengoptimalkan laboratorium yang telah direvatilasasi oleh Semen Indonesia.

“Kami akan terus berusaha untuk meningkatkan kualitas proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Engineering & Project Semen Indonesia, Tri Abdisatrijo, mengatakan bahwa Semen Indonesia memberikan bantuan dana peningkatan sarana prasarana pendidikan senilai Rp1 miliar. Dana bantuan digunakan dalam peningkatan infrastruktur dan penyediaan peralatan praktikum di Laboratorium Material dan Struktur dan Laboratorium Mekanika Tanah.

“Program revitalisasi ini merupakan bentuk komitmen perseroan dalam mendukung visi pemerintah dalam menciptakan SDM yang unggul. Semoga revitalisasi Laboratorium dapat memacu semangat seluruh civitas akademika di Univesitas Bung Hatta dalam pengembangan riset dan keilmuan, terutama para mahasiswa,” harapnya.

Ke depan Semen Indonesia merencanakan bantuan serupa tidak hanya di UBH Padang saja, tapi akan merambah ke Universitas Andalas Padang. Tujuan perlu terus mengembangkan kepedulian terhadap teknik sipil yang ada di perguruan tinggi itu, agar di masa mendatang infrastruktur yang dibangun di Indonesia memiliki kualitas yang bagus, yang lahir-lahir dari generasi sekarang.

“Bantuan seperti ini akan terus berkelanjutan kita lakukan, dan di Sumatera Barat memang baru di UBH Padang, serta rencana kedepan ke Universitas Andalas. Tapi jika dilihat skala nasional, sudah banyak perguruan tinggi yang telah kita bantu untuk mendukung pratikum mahasiswa di laboratorium,” ungkapnya.

Lihat juga...