Lamsel Terus Berupaya Wujudkan Kawasan ‘Go Green’

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Penanaman pohon dalam rangka menuju ‘Lampung Selatan Menghijau’ atau Go Green, terus dilakukan oleh sejumlah instansi.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lamsel, Nanang Ermanto, saat mengawali kegiatan penanaman pohon di Desa Karang Sari, Kecamatan Ketapang, menyebut penanaman pohon penting dilakukan untuk menyelamatkan lahan kritis.

Menurutnya, penanaman pohon juga penting dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang hijau sebagai sumber oksigen. Pemkab Lamsel berkoordinasi dengan Kodim 421/Lamsel, yang menginisiasi kegiatan go green pada tingkat bawah.

“Kegiatan go green menyadarkan masyarakat untuk menjaga dan melestarikan alam, bukan untuk merusak,” katanya, Jumat (17/1/2020).

Dandim 0421 Lampung Selatan,Letkol Kav Robinson Octovianus Bessie (kanan), dan Plt Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto (tengah), dalam kegiatan penanaman ribuan pohon di kawasan register 1 Way Pisang, Desa Karangsari, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Jumat (17/1/2020). -Foto: Henk Widi

Nanang Ermanto menyebut, lingkungan hidup menjadi unsur paling penting untuk keberlangsungan hidup manusia. Pelestarian lingkungan dilakukan untuk menjaga keseimbangan. Namun, makin berkembangnya zaman menyebabkan makin berkurangnya perhatian masyarakat akan pentingnya lingkungan hidup.

Sehingga, launching yang dilakukan diharapkan bisa berlanjut dengan penanaman secara mandiri dan komunal.

“Program go green dilakukan sebagai wujud pencegahan sejumlah bencana alam, di antaranya longsor ,yang diakibatkan oleh faktor manusia yang kurang memperhatikan lingkungan, jadi pelibatan kaum milenial menjaga lingkungan tetap hijau untuk generasi mendatang,” terang Nanang Ermanto.

Ia mengatakan, dukungan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dilakukan dengan penyiapan bibit secara gratis. Keberadaan lokasi Persemaian Permanen (PP) di Desa Karangsari, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Sejumlah pohon yang bisa ditanam, menurutnya meliputi jenis pohon kayu dan pohon produktif penghasil buah.

Dandim 0421/Lamsel, Letkol Kav Robinson Octovianus Bessie, menyebut di wilayah Kabupaten Pesawaran, penanaman ribuan pohon telah dilakukan. Sebagai wilayah teritorial Kodim Lamsel, penanaman juga dilakukan pada sejumlah Koramil. Pada tahap pertama, launching dilakukan  di Desa Karangsari dengan menanam sekitar 2.000 pohon.

Selanjutnya, penanaman secara berkelanjutan akan dilakukan di sejumlah Koramil. Penanaman pohon dilakukan di wilayah Koramil 421-03/Penengahan, sebanyak 2.500 pohon, Koramil 421-10/Katibung sebanyak 2.700 pohon, Koramil 421-07/Sidomulyo sebanyak 2.000 pohon, Koramil 421-09/Tanjung Bintang 2.500 pohon. Penanaman akan dilakukan bertahap, melibatkan unsur TNI dan masyarakat.

“Penanaman pohon yang dilakukan dengan program Lamsel Go Green memiliki tujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat menanam pohon,” ungkap Dandim.

Dandim juga menyebut, pada tahap awal penanaman dilakukan di kawasan Register 1 Way Pisang. Selanjutnya penghijauan di lahan kritis akan dilakukan di sejumlah kawasan register yang ada di Lamsel.

Sesuai rencana, program penanaman melibatkan unsur masyarakat, sekolah, TNI dan Polri, akan dilakukan setiap bulan. Pemkab Lamsel akan memberi penghargaan kategori lingkungan hidup bagi masyarakat.

“Bagi masyarakat yang kekurangan bibit, bisa meminta bibit kepada Koramil dan Polsek terdekat,” tegas Dandim.

Wahyudi Kurniawan, Kepala UPT KPH XIII Rajabasa-Way Pisang-Batu Serampok, menyebut wilayah KPH sebanyak 23 ribu hektare, dan 13 ribu hektare di antaranya berupa hutan lindung dan 10 ribu hektare berupa hutan produksi. Salah satu hutan produksi yang ada, di antaranya Register 1 Way Pisang seluas 7.800 hektare yang seluruhnya sudah diolah masyarakat.

Meski dikelola masyarakat, namun ia mengimbau masyarakat bisa melakukan penanaman pohon. Penanaman pohon pada kawasan produksi bisa diintegrasikan dengan usaha masyarakat. Sebagian tanaman kayu bisa ditumpangsarikan dengan tanaman produktif lainnya, meliputi pisang, jagung dan tanaman produktif lain.

“Bibit yang disediakan oleh persemaian permanen mencapai dua juta batang sudah bisa ditanam selama musim penghujan,” beber Wahyudi Kurniawan.

Ia juga menyebut, bibit yang disediakan mencapai 20 jenis, di antaranya tanaman kayu dan buah. Sebab, sebagian hutan produksi yang digarap tetap harus dilestarikan, agar tidak terjadi penggundulan hutan.

Keberadaan hutan lindung didukung oleh 22 desa. Sebanyak 12 desa di antaranya mengelola kawasan hutan lindung dengan seizin KPH. Selain itu, dukungan dari Kelompok Tani Hutan (KTH) ikut mendukung reboisasi.

Lihat juga...