Liburan, Objek Wisata Pantai Batu Rame Lamsel Ramai Dikunjungi

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel) dan sekitarnya tidak menyurutkan warga menikmati libur tahun baru. Salah satu destinasi wisata bahari favorit bagi masyarakat Kalianda diantaranya Pantai Batu Rame yang berada tepat di ibukota Lamsel.

Sahruli, petugas pengamanan di Pantai Batu Rame menyebut kunjungan sudah meningkat sejak sepekan terakhir. Peningkatan kunjungan wisatawan bertepatan dengan libur Natal 2019 dan libur sekolah. Sejumlah masyarakat yang pulang ke Kalianda antusias mengunjungi Pantai Batu Rame karena lokasi yang strategis. Berada di dekat area kantor Pemkab Lamsel. Pantai tersebut bisa ditempuh 10 menit dari jalan lintas Sumatera (Jalinsum).

Sahruli, salah satu petugas pengamanan objek wisata pantai Batu Rame Kalianda Lampung Selatan yang menjaga wilayah pantai saat libur tahun baru, Rabu (1/1/2020). -Foto: Henk Widi

Pantai menghadap ke perairan Teluk Lampung disukai wisatawan karena berbentuk seperti laguna. Memiliki pasir putih dan air yang jernih, wisatawan bisa menikmati keindahan pantai menunggu matahari terbenam. Sejumlah pemilik jasa sewa pelampung dari ban memanfaatkan momen tahun baru untuk disewa pengunjung yang membawa anak anak kecil.

“Saat libur Natal dan Tahun Baru pengelolaan pantai dilakukan oleh kelompok sadar wisata Kalianda sehingga penataan parkir, lokasi berjualan bisa ditata rapi agar pengunjung merasa nyaman dan aman,” terang Sahruli saat ditemui Cendana News di Pantai Batu Rame Kalianda, Rabu (1/1/2020).

Kunjungan ke objek wisata bahari, menurut Sahruli, masih menjadi tempat favorit bagi wisatawan. Wisatawan umumnya akan melakukan kunjungan bersama keluarga untuk menikmati suasana pantai. Sebagian wisatawan merupakan warga luar Lamsel sebagian dari sejumlah kecamatan di wilayah lain. Akses yang mudah melalui Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) membuat wisatawan sebagian berasal dari Sumatera Selatan.

Perbandingan kunjungan dibanding hari biasa, kata Sahruli, bisa terlihat dari jumlah motor dan mobil yang datang. Pada hari libur biasa jumlah motor disebutnya kurang dari seratus unit. Demikian juga dengan kendaraan mobil yang datang hanya mencapai puluhan. Namun saat libur Natal dan Tahun Baru jumlah kunjungan motor dan mobil bisa mencapai ratusan.

“Kami menyediakan area parkir pada sejumlah titik sebagian di tepi jalan karena lokasi pantai ada di dekat jalan raya,” ungkap Sahruli.

Dia menambahkan, pada libur tahun baru  jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai 600 orang hingga tengah hari. Mendekati sore hari ia memastikan kunjungan wisatawan bisa mencapai lebih dari 1000 orang. Meningkatnya jumlah pengunjung saat tahun baru cukup beralasan karena pekerja, siswa sekolah akan kembali masuk pada Senin (6/1) mendatang. Wisatawan memanfaatkan waktu libur sekaligus berkumpul bersama keluarga.

Warga melakukan kegiatan bancakan atau makan bersama dengan menu ikan bakar di Pantai Batu Rame,Kalianda Lampung Selatan, Rabu (1/1/2020). -Foto: Henk Widi

Mengantisipasi adanya insiden saat berwisata, sejumlah penjaga pantai juga disiagakan. Koordinasi dengan unit siaga SAR Bakauheni disiagakan untuk mengantisipasi adanya insiden di pantai. Imbauan bagi pengunjung agar tidak berenang pada batas yang ditentukan selalu disampaikan menghindari adanya insiden pengunjung tenggelam. Sebagian pengunjung yang membawa anak kecil diimbau selalu diawasi dan disarankan memakai pelampung.

“Kewaspadaan dari pengunjung dan pengawasan dari pengelola objek wisata selalu dilakukan agar tidak terjadi insiden di pantai,” papar Sahruli.

Hasan, salah satu warga asal Bandar Lampung menyebut memilih mengunjungi Pantai Batu Rame. Sebab saat libur tahun baru ia bisa mengajak serta keluarga besar mengunjungi kerabat di Kalianda. Saat berlibur di Pantai Batu Rame ia melakukan kegiatan bancakan atau makan bersama di dekat pantai. Melakukan bakar ikan, daging ayam dan jagung kegiatan bancakan menjadi cara mempererat kebersamaan.

“Setiap kami berkumpul bersama dengan anggota keluarga yang jarang bertemu kegiatan bancakan selalu dilakukan,” beber Hasan.

Bancakan dengan makan bersama dengan memakai daun pisang yang dihamparkan menjadi simbol rasa syukur. Sebab hingga tahun baru anggota keluarga bisa kembali berkumpul dalam suasana kebersamaan. Rasa syukur setelah makan bersama, doa bersama dilanjutkan dengan berendam di laut. Kegiatan yang dikenal dengan ngelop dilakukan simbol pembersihan diri untuk memulai tahun yang baru.

Lihat juga...