Manfaatkan Lahan Kosong, Warga Cilincing Memanen Padi

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Sawah Abadi sangat membantu petani Jakarta hasilkan padi unggulan. Di sebuah lahan kosong seluas 350 hektare di Rorotan, Cilincing banyak dimanfaatkan sebagai area pertanian yang bisa digunakan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. 

Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim, mengatakan ada ratusan hektare lahan kosong yang ada di wilayah Kelurahan Rorotan dan Marunda, digunakan masyarakat untuk bertani yang bisa mendapatkan penghasilan.

“Walaupun lahan persawahan yang ada terbatas tapi dengan menggunakan penerapan teknologi pertanian diharapkan kedepannya bisa menghasilkan padi yang berlipat,” ujar Ali di Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (22/1/2020).

Pasalnya lahan-lahan tersebut memiliki pengembang yang dibolehkan masyarakat untuk bertani.  “Lahan ini milik pengembang dan masih diperbolehkan digarap masyarakat untuk area pertanian yang menjadi sumber pendapatan petani,” kata Ali.

Ketua Kelompok Tani Bangkit Bersama RW 08 Rorotan, Rabbat Sihab mengatakan lahan pertanian seluas 20 hektare terendam banjir di awal tahun 2020.

“Biasanya panen padi perhektare-nya bisa mencapai 8 ton tapi karena kebanjiran hanya panen 2 ton. Tadi kita sudah diberikan bantuan benih padi unggul bermutu. Terima kasih atas bantuannya,” ujarnya.

Dia juga mengutarakan keinginan para petani untuk bisa mendapatkan bantuan pupuk, insektisida, traktor sawah dan mesin pengering padi.

“Ada 7 kelompok tani di Rorotan dan 1 kelompok tani di Marunda. Kalau Kelompok Tani Bangkit Bersama anggotanya ada 30 orang dan menggarap area persawahan seluas 40 hektare. Semoga keinginan kita itu bisa direalisasikan,” kata Rabbat Sihab.

Para petani saat mengutarakan keinginan para petani kepada Pemerintah Kota Jakarta Utara dan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (22/1/2020). -Foto: Lina Fitria

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Darjamuni, mengatakan lahan persawahan yang menghasilkan padi berkualitas unggul ini adalah aset yang dibanggakan di DKI Jakarta.

“Saya bangga di Jakarta masih ada padi dan ini harus dilestarikan. Selain bisa meningkatkan perekonomian juga sebagai sarana edukasi dan warisan generasi penerus,” kata Darjamuni.

Kemudian dia mengimbau kepada masyarakat yang memiliki lahan kosong untuk mengajukan penjualan lahan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Untuk mempertahankan area persawahan agar menjadi aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Kalau ada lahan yang bisa dibeli pemerintah silahkan ajukan untuk digunakan sebagai sawah abadi seperti yang sudah ada di Jakarta Timur. Disana kita mempunyai lahan sawah abadi dan hasil panen padinya langsung disalurkan ke Food Station,” tuturnya.

Dia pun bakal memnfaatkan lahan denhan seoptimal mungkin. Pasalnya jika selama satu tahun hanya dua kali panen padi, sisanya bisa panen untuk tanam yang lainnya seperti bawang dan sebagainya.

“Manfaatkan lahan yang ada ini dengan seoptimal mungkin. Jika selama 1 tahun hanya 2 kali panen padi dan membutuhkan waktu sekitar 3 bulan maka selebihnya bisa digunakan untuk tanam yang lain seperti bawang dan sebagainya,” ungkapnya.

Dia pun bersyukur bisa hadir dalam panen raya ini. Sebab, panen raya ini menunjukkan bahwa di DKI Jakarta masih ada lahan sawah penghasil padi. “Pada hari ini alhamdulillah kita bisa panen padi di daerah Rorotan,” ujarnya.

Selain menjadi bukti keberadaan sawah penghasil padi di DKI Jakarta, panen ini juga dianggap suatu berkah bagi para petani. Sawah menjadi tempat untuk mencari nafkah bagi para petani selama ini. Kehadirannya di Jakarta juga diharapkan bisa menghasilkan bagi generasi berikutnya.

“Saya yakin di Jakarta ini tidak semua generasi muda tahu masalah sawah dan padi. Makanya saya bangga sekali ini harus dilestarikan,” kata Darjamuni.

Lihat juga...