Masyarakat Diminta Waspadai 58 Titik Rawan Longsor di Prambanan

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Forum Penaggulangan Resiko Bencana (FPRB) Bandung Bondowoso Prambanan Sleman, meminta masyarakat mewaspadai potensi bencana di musim penghujan. Pasalnya wilayah dengan kontur berbukit memiliki potensi besar terjadi longsor.

Ketua Forum Penaggulangan Resiko Bencana (FPRB) Bandung Bondowoso Prambanan Sleman, Parwoto. Foto: Jatmika H Kusmargana

Ketua Forum Penanggulangan Resiko Bencana (FPRB) Bandung Bondowoso Prambanan Sleman, Parwoto menyebutkan, sedikitnya ada 58 titik rawan longsor di wilayah kecamatan Prambanan. Tersebar di sejumlah titik seperti desa Gayamharjo dan Sumberharjo. Terlebih di wilayah ini banyak terdapat aktivitas penambangan.

“Kita mengimbau masyarakat agar memperhatikan kawasan lereng-lereng bukit. Khususnya saat terjadi hujan lebat, karena hujan yang terus menerus dapat membuat tanah menjadi jenuh sehingga berpotensi menimbulkan longsor,” ujarnya Sabtu (25/01/2020).

Mengantisipasi bencana longsor di wilayahnya, pihak FPRB Bandung Bondowoso pun mengaku sudah melakukan sosialisasi pada seluruh warga masyarakat di wilayah berpotensi. Baik itu dalam kegiatan desa maupun kegiatan resmi lainnya.

Sementara itu salah seorang warga dusun Kikis, Sambirejo, Prambanan, Kirman, menyebut ada sejumlah titik lokasi bukit di desanya yang dilakukan aktivitas penambangan. Dengan ijin penataan, sejumlah perusahaan itu mengambil batu dan tanah di lereng-lereng bukit untuk keperluan material bangunan.

“Ya ada sejumlah titik (bukit) yang ditambang. Katanya untuk penataan. Kita sebagai warga hanya bisa berharap agar aktivitas penambangan itu tidak memicu terjadinya longsor. Apalagi di musim hujan seperti sekarang. Karena banyak rumah-rumah warga yang berada di sekitar. Termasuk rumah saya sendiri,” katanya.

Lihat juga...