Material Gunung Taal tak Sampai ke Indonesia

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Letusan Gunung Taal di Batangas, Philipina, pada Minggu (12/1) yang mengeluarkan material vulkanik berupa uap, abu dan batuan kecil setinggi 1 kilometer, diperkirakan tidak akan berpengaruh hingga wilayah Indonesia. 

Ahli Vulkanologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Devi  Kamil, menyatakan hujan abu yang terjadi potensinya sangat kecil untuk jatuh di wilayah Indonesia.

“Distribusi abu terpantau ke arah timur dari lokasi letusan. Wilayah yang terpantau terpapar hujan abu ini masih di Philipina, yang menyebabkan beberapa penerbangan dari dan ke Philipina dibatalkan,” kata Devi, saat dihubungi,  Senin (13/1/2020).

Ia menjelaskan, yang dimaksud dengan wilayah timur ini adalah Laut Philipina. Selain aktivitas seismik yang dimulai pada pukul 11 pagi waktu setempat, tercatat juga adanya tiga kali gempa bumi, yaitu pertama pada jam 7:35 pagi, diikuti oleh dua lagi pada jam 10:43 pagi dan 2.00 dini hari waktu setempat.

Pukul 01.00 dini hari terjadi letusan freatik yang disebabkan aktivitas hidrotermal, dimulai di kawah utama Taal yang memuntahkan abu dan uap yang naik setinggi 100 meter.

Taal adalah gunung berapi paling aktif ke dua di Philipina dengan 34 letusan yang tercatat dan terakhir terjadi pada 1977, dan tidak menyebabkan korban atau kerusakan.

Ada pun dua dari letusan paling merusak dari erupsi Taal terjadi pada 1911, menewaskan 1.335 orang, dan pada 1965, menewaskan sekitar 200 di desa-desa terdekat.

Gunungapi Taal termasuk dalam jenis stratovolcano dan menjadi salah satu gunungapi terkecil di dunia. “Stratovolcano adalah gunung berapi tinggi dan mengerucut, yang terbentuk dari lava dan abu vulkanik yang mengeras. Kekhasannya adalah curah di puncak dan landai di kaki gunung,” kata Devi menjelaskan.

Stratovolcano yang ada di Indonesia, antara lain adalah Merapi dan Ciremai.

Lihat juga...