Melancong ke Korea dan Jepang, WNI Diminta Waspada nCov

Ilustrasi imbauan kewaspadaan terhadap penularan penyakit pneumonia berat dari Cina yang diduga disebabkan virus korona tipe baru – Foto Ant

JAKARTA – Kementerian Kesehatan mengimbau, Warga Negara Indonesia (WNI) pelancong yang ingin mengunjungi Korea dan juga Jepang, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap virus novel coronavirus atau nCov.

Imbauan tersebut disampaikan, mengingat kasus penyakit yang diakibatkan oleh virus tersebut dilaporkan telah terjadi di kedua negara itu. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono mengatakan, saat ini pemerintah Indonesia secara resmi telah mengeluarkan imbauan perjalanan untuk WNI, jika melakukan kunjungan ke Cina, khususnya ke Wuhan Provinsi Hubei karena terdapat KLB nCov.

Meski pemerintah Indonesia secara resmi tidak mengeluarkan imbauan perjalanan untuk negara lain seperti Jepang dan Korea, namun Anung mengingatkan, agar para WNI tetap waspada. Para pelancong diminta menjaga tubuh agar tetap sehat.

Sementara bagi WNI yang bepergian ke Cina, diminta untuk menghindari pasar hewan laut maupun unggas. Menghindari kontak dengan orang yang menderita demam dan batuk. Menjaga kebersihan diri dengan cuci tangan pakai sabun, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila merasa demam dan batuk.

Saat ini beberapa kasus pneumonia yang mirip dengan yang terjadi di Wuhan Cina, dilaporkan juga terjadi di Thailand, Singapura, Jepang, dan Korea. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi merilis, kasus pneumonia di Thailand dan Jepang positif terinfeksi nCov, berdasarkan hasil laboratorium. “Tidak ada travel ban, yang ada hanya travel advisory ke Cina,” kata Anung.

Saat ini pemerintah Indonesia telah meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit nCov yang mulanya terjadi di Wuhan Cina. Pemerintah melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan melakukan pemeriksaan, bagi orang yang masuk ke Indonesia melalui pintu masuk negara melalui alat pemindai demam. Sebanyak 135 pintu masuk Indonesia dijaga dengan alat thermal scanner, untuk mengetahui seseorang yang demam dengan suhu di atas 38 derajat celsius. Apabila terdapat orang yang demam akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait gangguan kesehatan yang berhubungan dengan nCov.

Apabila hasil pemeriksaan mengarah pada nCov, maka akan dilakukan tindakan kekarantinaan. Setiap warga negara asing yang datang pun diberikan Health Alert Card, untuk memantau kesehatannya selama satu atau dua minggu, apabila mengalami keluhan kesehatan di kemudian hari pasca-melancong. (Ant)

Lihat juga...