Melimpah, Nelayan di Lamsel Bagi-bagi Ikan ke Warga

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG –Nelayan di Dusun Keramat, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, membagikan ikan semadar atau baronang (Siganus Sp) kepada masyarakat secara gratis, karena hasil tangkapannya yang melimpah.

I Gde Ismaya, warga Dusun Yogaloka, menyebut ikan yang dibagikan gratis merupakan hasil tangkapan nelayan bagan congkel. Hasil tangkapan melimpah merupakan berkah bagi nelayan dan warga. Sebab, usai prosesi ruwat laut pada Jumat 27 Desember 2019, nelayan diberi berkah ikan.

Nelayan bernama Hendri dan Maming, pemilik bagan congkel langsung memanggil warga di sekitar tempat pendaratan ikan (TPI) Keramat. Nelayan yang kewalahan bahkan meminta masyarakat membawa ikan untuk dibawa pulang.

I Gde Ismaya (kanan), warga Dusun Yogaloka, Desa Sumur dan Carmin, warga Dusun Keramat mendapat bagian ikan semadar hasil tangkapan nelayan yang dibagikan secara gratis, Minggu (19/1/2020). -Foto: Henk Widi

Pembagian ikan semadar yang masih segar secara gratis kepada masyarakat, sekaligus menjadi bagian sedekah. Sebab, sebelumnya nelayan dan masyarakat telah melakukan doa bersama melibatkan masyarakat di wilayah tersebut.

Hasil tangkapan melimpah sekaligus menjadi berkah awal tahun bagi masyarakat pesisir pantai Desa Sumur.

“Awal tahun hasil tangkapan dari nelayan yang melaut selama sehari mencapai tiga ton, menjadi berkah sehingga bentuk rasa syukur dilakukan dengan membagikan ikan gratis bagi warga di sejumlah dusun,” ungkap I Gde Ismaya, Minggu (19/1/2020).

Warga yang berasal dari Dusun Keramat, Yogaloka, dan sejumlah dusun lain mengambil ikan dengan wadah seadanya. Sejumlah warga yang memiliki alat boks pendingin, keranjang membawa ikan sesuai kebutuhan.

Sejumlah warga bahkan membawa ikan semadar yang dibagikan gratis memakai karung untuk dibagikan kepada warga lain yang tidak bisa datang ke TPI Keramat.

I Gde Ismaya menyebut, informasi melimpahnya hasil tangkapan yang dibagikan gratis merupakan peristiwa pertama kali di awal tahun ini. Mendapat informasi dari pembina nelayan setempat, sekaligus pengelola TPI Keramat, Ruslan Efendi.

Pembagian ikan hasil tangkapan nelayan secara gratis menurutnya jarang terjadi. Terlebih dua pekan sebelumnya imbas cuaca buruk nelayan istirahat melaut.

“Warga ikut membantu mengangkat ikan dari perahu bagan congkel, lalu dibagikan merata kepada masyarakat,” tutur I Gde Ismaya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Sumur, I Nyoman Prima Wijaya, menyebut pembagian ikan gratis menjadi bentuk ungkapan syukur. Hasil tangkapan nelayan bagan congkel sekitar 3 ton, merupakan tangkapan yang melimpah. Sebelumnya, nelayan tidak memperoleh hasil tangkapan sebanyak itu.

Semadar merupakan jenis ikan laut yang memakan lumut dan diperoleh nelayan bagan dengan jaring.

“Tiga pekan sebelumnya masyarakat mengadakan ruwat laut, hasil tangkapan nelayan melimpah menjadi jawaban atas rasa syukur nelayan,” ungkap I Nyoman Prima Wijaya.

I Nyoman Prima Wijaya (kiri), Kepala Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, saat prosesi ruwat laut pada Jumat, (27/12/2019). -Dok: CDN

Pada Jumat, 27 Desember 2019, I Wayan Prima Wijaya saat ruwat laut mengajak nelayan bersyukur kepada Pencipta. Rasa syukur tersebut dilakukan oleh nelayan dengan melarung sesaji berupa kepala kerbau, kambing, ayam, bebek di perairan desa Sumur.

Ruwat laut yang telah dilakukan, menurutnya telah dijawab dengan hasil tangkapan melimpah. Selain ikan semadar, ikan jenis lain diharapkan bisa diperoleh nelayan di desanya. Sebab, memasuki awal tahun sejumlah nelayan mulai kembali melaut setelah kondisi cuaca perairan tidak bersahabat.

Meski mendapat hasil tangkapan melimpah, ia berharap nelayan tetap menjaga lingkungan di perairan setempat. Cara yang dilakukan dengan menangkap ikan memakai alat tangkap ikan ramah lingkungan berkelanjutan.

Lihat juga...