Menag Minta Para Pejabat Jalin Hubungan Baik dengan Ulama

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Menteri Agama, Fachrul Razi, meminta seluruh pejabat di kementeriannya untuk menyadari beberapa hal saat memangku jabatan. Ia juga meminta, agar mampu menjalin komunikasi dan hubungan baik dan kerja sama dengan para ulama.

“Selalu sadari, bahwa jabatan adalah amanah. Maka wajib hukumnya menjaga amanah itu dalam wujud loyalitas pada tugas,” kata Fachrul, usai melantik belasan pejabat Eselon II di kantor Kemenag, jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020) siang.

Dia menyarankan, seluruh pejabat Kemenag membentengi diri dari penyalahgunaan jabatan dalam bentuk apa pun. Sebagus apa pun sistem pengawasan yang ada, tapi bila seorang pejabat tidak bisa mengontrol diri untuk amanah, maka tidak bisa mewujudkan birokrasi yang bersih.

“Jauhi sikap aji mumpung dalam menjabat. Karena jabatan pastilah tidak kekal,” tuturnya.

Dia juga menuturkan, setiap pejabat harus menyadari jabatan yang saat ini dipikulnya harus menjadi tanggungjawab yang besar. Sekaligus berhati-hati menjaga diri.

“Taati seluruh aturan perundang-undangan, sumpah jabatan dan etika jabatan. Sadari, bahwa jabatan merupakan sarana pengabdian. Bukan tujuan pengabdian,” katanya.

Menurutnya, tiap pejabat harus bisa mengklasifikasi. Jangan sampai tertukar antara sarana dan tujuan, sehingga dapat merugikan diri sendiri dan institusi. Bahkan, bukan saja institusi, terkena nama tidak baik, keluarga pun ikut terkena.

Selain itu, Menag juga mengingatkan supaya seluruh pejabat Kemenag dapat membangun hubungan baik dan kerja sama dengan banyak pihak. Utamanya dengan para ulama, tokoh agama, majelis agama, ormas keagamaan, serta segenap elemen umat beragama.

“Sebagai unsur pimpinan dan aparatur Kemenag, kita semua harus bisa membawa diri dan menempatkan diri dengan baik,” jelasnya.

Menag menegaskan, dalam bertugas di lingkungan Kemenag harus menjaga kerukunan umat beragama dan menyebarkan moderasi beragama. Tidak ada tempat bagi ASN atau pejabat yang berpaham radikal di Kementerian Agama.

“Tolong juga ingatkan ke bawah, tidak ada tempat bagi yang berpaham radikal di Kementerian Agama,” tegas Menag.

Dia berharap, pejabat yang dilantik ini tidak hanya sekadar menjadi pejabat. Tetapi, dapat menjadi penjaga marwah dan citra Kementerian Agama.

“Penempatan jabatan tidak bisa memuaskan semua pihak. Tapi,. penempatan ini sudah melakukan diskusi sangat cermat,” tutup Menag.

Lihat juga...