Mengenal Orion si Penunjuk Arah Barat

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

JAKARTA — Orion merupakan salah satu konstalasi bintang yang dapat dilihat terang pada langit Januari hingga Februari. Terdiri dari enam bintang biru dan satu bintang merah, konstalasi Orion digunakan untuk merujuk arah barat.

Ahli Astronomi POJ Widya Sawitar saat ditemui di Gedung POJ Cikini Jakarta, Jumat (10/1/2020). Foto: Ranny Supusepa

Ahli Astronomi Planetarium dan Observatorium Jakarta (POJ) Widya Sawitar menyebutkan, konstalasi Orion ini dikenal di Indonesia dengan nama bintang Waluku atau bintang Bajak. Sementara di wilayah dunia lainnya dikenal sebagai bintang pemburu.

“Dalam sejarah budayanya, ada beberapa cerita yang terkait dengan Orion. Tapi mungkin yang paling populer adalah yang berasal dari mitologi Yunani. Walaupun, yang termirip dengan budaya Indonesia adalah mitologi India,” kata Widya saat ditemui di Gedung POJ Cikini Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Posisi Orion berada di garis lintang antara +85 derajat hingga -75 derajat. Posisinya di langit Indonesia ada pada langit bagian barat daya ekliptika.

“Dari konstalasi Orion ini, kita akan menemukan bintang berukuran besar, kecil, bintang berwarna merah maupun biru, serta nebula. Selain itu, konstalasi Orion juga memiliki Orionid Meteor Shower yang terjadi di pertengahan Oktober, dan ada beberapa exoplanet,” ujar Widya.

Enam bintang biru utama Orion adalah Rigel atau Beta Orionis, Bellatrix atau Gamma Orionis, Alnilam atau Epsilon Orionis, Alnitak atau Zeta Orionis, Saiph atau Kappa Orionis dan Mintaka atau Delta Orionis.

“Kekhasan Orion adalah deretan bintang yang membentuk sabuk, yang dikenal dengan nama Sabuk Orion. Tiga bintang tersebut adalah Alnilam, Alnitak dan Mintaka. Ketiga bintang ini bersinar cukup terang sehingga bisa dilihat dengan mata telanjang,” imbuhnya.

Sementara Beatleguese, menurut Widya, adalah satu-satunya bintang besar merah di Orion.

“Kalau kita imajinasikan, posisi Beatleguese dalam konstalasi Orion atau sang pemburu adalah posisi bahu kanan pemburu dan Bellatrix menjadi titik bahu kirinya. Sementara Rigel, yang berwarna biru menjadi kaki sang pemburu,” papar Widya.

Dalam budaya astronomi Indonesia, bintang Bajak menunjukan sebagai waktu untuk mulai membajak sawah.

“Sebagai penunjuk arah, Orion merujuk pada arah Barat. Kemunculan Orion di Bumi bagian utara menunjukan musim dingin akan tiba. Sementara kemunculan di Bumi bagian selatan menunjukkan musim panas,” pungkasnya.

Lihat juga...