Menghindari Kebosanan, Penumpang Kapal Memanfaatkan ‘Kid Corner’

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Sejumlah orangtua calon penumpang yang akan naik kapal di pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) memanfaatkan kid corner.

Astuti, salah satu calon penumpang kapal asal Kalianda menyebut ia mengajak serta anak serta anggota keluarga lain. Total sebanyak sepuluh orang harus mengantre membeli tiket elektronik dengan cara mandiri.

Keberadaan kid corner disebutnya sangat membantu karena anaknya bisa bermain saat menunggu pembelian tiket. Sejumlah permainan anak diantaranya puzzle, seluncuran, mobil-mobilan serta sejumlah mainan anak lainnya disediakan.

Kid corner tepat di dekat ruang menyusui (nursery room) sekaligus memberi kesempatan salah satu anggota keluarga menyusui bayinya.

Keberadaan kid corner disebutnya cukup mengatasi kebosanan. Sebab hampir selama setengah jam lebih ia menunggu proses pembelian saldo uang elektronik. Menghabiskan liburan sekolah bersama anak-anak di Kalianda, ia memilih pulang pada Sabtu (4/1/2020).

Sebab ia masih memiliki waktu istirahat sebelum melaksanakan aktivitas sebagai guru dan anaknya bisa bersekolah kembali pada Senin (6/1/2020).

“Proses pembelian tiket sedikit lebih lama karena harus isi ulang saldo uang elektronik, antre scan KTP baru bisa mendapat tiket, tapi beruntung ada kid corner untuk bisa menghilangkan kebosanan anak anak,” ungkap Astuti saat ditemui di loket pembelian tiket pelabuhan Bakauheni, Sabtu (4/1/2020).

Selain Astuti yang enggan diambil gambarnya, wanita lain bernama Maya mengaku Kid Corner sangat membantu. Sebab sang anak yang semula menangis karena menunggu lama untuk mengantre bisa bermain.

Sudut bermain bagi anak kecil tersebut berada tidak jauh dari loket pembelian secara mandiri. Menghindari antrean pembelian dilakukan oleh salah satu anggota keluarga dengan cara diwakilkan.

Maya menyebut menghabiskan liburan di Lampung bersama dengan waktu libur sekolah sang anak. Warga asal Serang, Banten itu mengungkapkan memilih dermaga reguler.

Sebab meski harus menempuh perjalanan selama 2,5 jam di laut ia hanya membeli tiket seharga Rp15.000 untuk dewasa dan Rp8.000 untuk anak-anak. Tiket dibeli oleh sang suami dengan memakai uang elektronik.

“Sembari menunggu ada fasilitas kid corner anak-anak lebih nyaman sebelum masuk ke kapal,” papar Maya.

Fasilitas kid corner disediakan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) cabang Bakauheni untuk kenyamanan penumpang.

Hasan Lessy, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni menyebut kid corner disediakan pada loket pembelian tiket elektronik. Sebab pada libur Natal dan Tahun (Nataru) 2019/2020 sebagian penumpang membawa serta anak-anak.

Hasan Lessy, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni Lampung Selatan saat ditemui Cendana News, Sabtu (4/1/2020) – Foto: Henk Widi

Penyediaan kid corner menurut Hasan Lessy diharapkan bisa memberi kenyamanan bagi penumpang. Memasuki akhir libur sekolah, ia menyebut penumpang pejalan kaki tidak mengalami peningkatan.

Meski terlihat meningkat namun antrean di loket pembelian tiket pejalan kaki cepat terurai. Loket yang disediakan semula berjumlah 15 bahkan dikurangi menjadi 10 unit dengan vending machine.

“Arus kedatangan penumpang pejalan kaki ramai lancar karena akhir libur sekolah,” beber Hasan Lessy.

Sesuai dengan data produksi  posko angkutan Nataru hingga Sabtu (4/1/2020) dioperasikan sebanyak 31 unit kapal roll on roll off (Roro). Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan sebelumnya mencapai 35 unit kapal.

Produksi kapal selama satu hari mencapai 101 perjalanan kapal (trip). Dermaga yang difungsikan sebanyak 5 dermaga reguler dan 1 dermaga eksekutif.

Antrean kendaraan di loket pembelian tiket kendaraan roda empat di pelabuhan Bakauheni pada akhir libur sekolah dan tahun baru, Sabtu (4/1/2020) – Foto: Henk Widi

Penumpang diseberangkan dari Bakauheni mencapai 44.266 orang. Jumlah itu meliputi sebanyak 7.513 orang pejalan kaki dan sebanyak 36.753 orang penumpang di atas kendaraan.

Selain penumpang ASDP Bakauheni juga menyeberangkan sebanyak 1.572 unit kendaraan roda dua, 4.894 unit kendaraan roda empat, 335 unit bus, 1.745 unit truk dan 6.974 unit kendaraan roda empat lebih.

Lihat juga...