Menikmati Keindahan Panorama TMII dengan Kereta Api Mini

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

JAKARTA — Berwisata ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) bersama keluarga menjadi kenangan terindah, saling bercengkrama menikmati keindahan ragam budaya bangsa. Namun tentu untuk menjangkau area miniatur Indonesia seluas 150 hektare, yang dibangun oleh Raden Ayu Fatimah Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto ini bisa menghabiskan waktu seharian.

Untuk mempermudah dan demi kenyamanan, pengunjung bisa keliling dengan naik Kereta Api Mini yang stasiunnya berada tepat di seberang gedung pengelola TMII. Area stasiun didesain nuansa ramah anak yang sarat edukasi. Loket tiketnya bergambar kereta api warna hijau, kuning dan orange.

“Beli kartunya lewat jendela kereta api, lucu,” kata Ardan, seorang bocah yang berada di area stasiun Kereta Api Mini TMII, Jumat (17/1/2020).

Dista Sari, sang ibu mengaku, meskipun banyak wahana transportasi, tapi anaknya selalu meminta keliling area TMII dengan kereta api mini.

“Kalau ke TMII, sudah pasti naik kereta, ini transportasi favorit. Anak saya senang, selama perjalanan bisa lihat anjungan, museum, dan pastinya nggak capai,” kata Dista, kepada Cendana News.

Begitu juga dengan Farah. Dia bersama kedua anaknya memilih kereta api mini. Menurutnya, transportasi ini menjadi alternatif hiburan keliling TMII yang sangat aman dan nyaman.

“Tadi sudah naik kereta gantung, tapi agak ngeri ya. Kalau kereta api mini ini lebih seru, aman lagi. Anak-anak senang,” ujar Farah.

Usai naik kereta, Farah dan anaknya berswafoto di lokomotif yang berada di samping loket tiket. Di area ini juga hadir restoran dan toko yang bisa dihampiri pengunjung.

Operasional Manager Kereta Api Mini, Erwin Nasution mengatakan, kereta Api Mini ini hadir untuk memberikan kemudahan bagi pengunjung saat ingin keliling TMII menikmati keindahan panorama budaya bangsa.

“Kereta Api Mini adalah wahana andalan TMII yang difavoritkan pengunjung, ikon TMII, yang sarat edukasi budaya,” kata Erwin kepada Cendana News.

Dalam oprasionalnya, wahana transportasi ini sudah ada sejak lama. Namun karena suatu hal, Kereta Api Mini ini mengalami kevakuman sekitar dua tahun lebih.

Pada tahun 2017, managemen TMII kembali mengoperasikan Kereta Api Mini ini dengan menunjuk PT Palindo Jasa Utama sebagai pengelolanya, untuk terlebih dulu merenovasi menjadi lebih menarik.

Pada HUT ke-42 TMII, tanggal 19 April 2017, Ketua Umum Yayasan Harapan Kita (YHK), Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut Soeharto meresmikan wahana Kereta Api Mini, ini untuk kembali operasional memanjakan pengunjung.

“Saat ini kami melanjutkan yang sudah ada, menjawab permintaan pengunjung untuk menghadirkan kembali wahana rekreasi ini. Jadi kami berupaya mewujudkan kembali kenangan pengunjung keliling TMII dengan Kereta Api Mini, ini,” ungkapnya.

Untuk menghadirkan kembali kereta ini, semua fasilitas direnovasi demi lebih mempercantik, dan memberikan kenyamanan serta keamanan bagi pengunjung.

Renovasi yang dilakukan berupa perbaikan rel, gerbong hingga bangunan stasiun. Kereta Api Mini juga direnovasi dengan desain gerbong bertema kebudayaan Indonesia.

Dimana setiap gerbongnya berwarna-warni cerah. Gerbongnya juga didesain terbuka, supaya penumpang bisa melihat lebih leluasa keindahan replika rumah adat di setiap anjungan, museum, dan wahana rekreasi lainnya dari dalam kereta itu.

“Gerbong terbuka sehingga memudahkan penumpang melihat secara langsung tanpa ada penghalang. Mereka juga bisa menikmati sepoinya angin TMII,” ujar Erwin.

Oprasional Manager Kereta Api Mini, Erwin Nasution saat ditemui di stasiun Kereta Api Mini TMII, Jakarta, Jumat (17/1/2020). Foto: Sri Sugiarti.

Lebih lanjut dia menyampaikan, ada dua rangkaian kereta api mini. Yakni dimana yang satu rangkaian lebih besar terdiri dari empat gerbong dengan kapasitas 30 penumpang. Sedangkan lokomotif satunya, adalah ukuran kecil dengan dua gerbong.

“Jadi totalnya ada enam gerbong. Antusias pengunjung juga sangat luar biasa, khususnya anak-anak bisa merasakan naik kereta api itu seperti apa,” ujarnya.

Jadi dengan naik wahana transportasi ini, menurutnya, merupakan salah satu edukasi untuk anak-anak. Karena sebelum mereka mencoba transportasi kereta api yang ada di stasiun di Jakarta.

Ternyata di TMII, juga ada kereta api yang meskipun ukurannya mini, tetapi sensasi yang dirasakan hampir mirip dengan yang ada di stasiun kereta api Pasar Minggu, misalnya.

Sistem kartunya juga elektronik. Yakni kartu tap dengan deposit Rp 10.000. Adapun harga tiket Kereta Api Mini ini adalah Rp. 20.000 per orang, untuk Senin hingga Jumat. Sedang hari Sabtu, Minggu dan hari libur dibandrol seharga Rp 25.000 per orang.

“Jika nanti kartu tapnya dikembalikan ke loket, maka uang deposit itu akan dikembalikan pada pengunjung. Tapi kalau kartunya mau dibawa pulang, juga boleh, yang penting depositnya Rp 10.000,” imbuhnya.

Lihat juga...