Menteri BUMN: PLN Padamkan Listrik Saat Banjir

JAKARTA  – Menteri BUMN, Erick Thohir, mengungkapkan, PLN sengaja memadamkan listrik di wilayah-wilayah terdampak banjir demi keselamatan.

“Sekali lagi kenapa dipadamkan karena nomor satu untuk menjaga keselamatan mengingat saat banjir listrik menjadi berbahaya. Maka dari itu dipadamkan,” ujarnya Erick di Jakarta, Minggu.

Dia juga mendorong agar PLN dengan direksi serta komisaris yang baru lebih tanggap, solid dan ia yakin ke depan menjadi prioritas yang baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menteri BUMN tersebut menilai kondisi saat ini sudah berangsur-angsur pulih, di mana pada awalnya terdapat ribuan gardu listrik padam. Saat ini hanya tinggal empat persen saja gardu yang masih padam.

Begitu pula posko-posko yang awalnya ribuan, menurut Erick, saat ini sudah berangsur-angsur menurun jumlahnya karena kondisi banjir yang mulai surut.

Berdasarkan laporan PLN per 3 Januari 2020, sebesar 84 persen kelistrikan yang terdampak banjir di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten telah dipulihkan.

Dari total 6.338 gardu distribusi yang terdampak padam akibat banjir, sebanyak 5.344 sudah kembali normal.

Tim Inspektur Ketenagalistrikan Kementerian ESDM turun langsung ke lapangan melakukan inspeksi monitoring pemulihan kelistrikan di wilayah terdampak banjir di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, sejak Kamis (2/1).

Tim Inspektur Ketenagalistrikan  terus melakukan pengawasan keteknikan ketenagalistrikan agar keselamatan ketenagalistrikan dapat terwujud. Dengan pengawasan ini bersama pihak PLN, masyarakat pun semakin merasa aman dari risiko gangguan kelistrikan.

Dilaporkan tim inspektur ketenagalistrikan, untuk wilayah DKI Jakarta, 16 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) di bawah wilayah kerja PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya terdampak banjir.

Sebanyak 3.051 unit gardu distribusi terdampak atau mengalami padam atau sengaja dipadamkan untuk keamanan warga dengan kondisi 2.530 unit telah dinormalkan (83 persen). (Ant)

Lihat juga...