Minuman Jahe, Segar dan Menambah Stamina

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Ada yang menarik saat bertandang ke rumah makan Kuliner Jones M 23 di pasar Wairkoja, desa Wairkoja, kecamatan Kewapantae, kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Segelas minuman jahe disuguhkan di tengah cuaca yang tidak bersahabat, yang terkadang hujan dan tiba-tiba panas terik menyengat, sehingga bisa membuat daya tahan tubuh menurun.

“Ini minuman berbahan alami dan tanpa pengawet. Jahenya kami dapatkan dari hasil kebun para petani di kabupaten Sikka,” kata Severinus Jonson, pemilik rumah makan di pasar Wairkoja itu, Sabtu (25/1/2020).

Jones, sapaannya, menyebutkan, saat merantau di Kalimantan dirinya mencoba membuat minuman dari bahan jahe dan ternyata sangat direspons oleh pembeli yang kebanyakan berasal dari pekerja tambang dan kebun kelapa sawit.

Untuk kemasan 150 gram, di Kalimantan ia menjualnya seharga Rp25 ribu, sementara setelah pulang ke Maumere dirinya mulai menjualnya dengan harga Rp15 ribu dengan mengemasnya di dalam plastik dan mika.

“Minuman Jahe Instan ini bagus untuk menambah tenaga dan menghilangkan pegal-pegal. Saya mengolahnya sendiri, tetapi karena orang belum mengetahuinya, maka masih banyak yang belum membelinya,” ungkapnya.

Jahenya digiling atau diparut terlebih dahulu, terang Jones, baru setelah itu diperas dan diambil air sarinya, untuk membuatnya manis dicampur dengn gula pasir atau bisa juga gula merah atau gula aren.

Sari jahe tersebut direbus hingga matang, lalu dikeringkan hingga menjadi bubuk jahe yang siap dikemas dan dijual sesuai ukuran.

“Biasanya bagus untuk menghilangkan rasa capai dan pegal-pegal, karena kerja berat. Kami pergunakan jahe putih, tapi bisa juga menggunakan jahe merah,” tuturnya.

Untuk meminumnya, bubuk jahe bisa dicampur dengan kopi, teh atau susu atau bisa juga diminum tanpa dicampur apa pun, tergantung keinginan. Namun, sayangnya banyak masyarakat di kabupaten Sikka yang belum mengetahuinya.

Mungkin karena kurang promosi, kata dia, sehingga minuman alami ini belum banyak yang membelinya, sebab dirinya pun kalau sibuk memasak, jarang mempromosikannya di media sosial

“Banyak yang belum mengetahuinya, sehingga sering membeli kopi jahe, padahal lebih bagus minum jahe instan alami karena tanpa pengawet dan bahan kimia. Rasanya juga lebih enak,” tuturnya.

Maria Heni, salah seorang warga kota Maumere, mengaku sering mengkonsumi minuman jahe, apalagi saat musim hujan dan selepas bekerja berat.

Selain untuk menghangatkan tubuh, juga bisa membuat tubuh kembali fit dan segar sehabis beraktivitas, sehingga terkadang dirinya suka meminumnya seminggu beberapa kali.

“Saya suka minuman jahe dan kalau ada yang sudah memproduksinya dalam jumlah yang banyak di kota Maumere, itu sangat bagus. Banyak jahe yang dijual di pasar, namun belum ada yang mengolahnya, saya tertarik kalau ada yang menjualnya,” ungkapnya.

Lihat juga...